Lombok Update News
The news is by your side.

3 Tahun, Warga Korban Gempa Masih Tinggal Di Huntara

0 213

Lombok Tengah (lombokupdatenews) – Sejumlah warga korban gempa tahun 2018 lalu, di desa Sintung Kecamatan Pringgarata Lombok Tengah, hingga saat ini masih tinggal di Hunian sementara (huntara).

Selain karena masih trauma, warga juga masih takut untuk menempati rumah mereka yang rusak akibat gempa tahun 2018 lalu, sehingga memilih tinggal di huntara bersama keluarga.

“Sudah 3 tahun sejak gempa saya tinggal disini karena lebih nyaman, tidak ada tembok-tembok yang retak kayak di dalam rumah saya,” kata Rohana, salah satu warga korban gempa yang masih tinggal di huntara.

Dijelaskan, kondisi rumah Rohana mengalami rusak berat dan mengakibatkan sejumlah tembok mengalami keretakan, sehingga membuatnya takut untuk kembali kerumah.

“Saya khawatir kembali kerumah karena kondisinya retak parah serta takut ambruk,” jelasnya.

Sejak gempa melanda 3 tahun lalu hingga saat ini warga belum tersentuh bantuan rehabilitasi rekonstruksi rumah gempa dari pemerintah daerah, padahal mereka sudah sering sekali didata, namun hingga saat ini belum ada kelejasan.

“Mudah-mudahan pemerintah cepat memperbaiki rumah saya, agar tidak tinggal di huntara lagi,” harapnya.

Sementara warga lainnya Junaidi, juga mengaku sudah 3 tahun in tinggal di huntara, yang dibuat di pematang sawah miliknya, karena masih takut untuk kembali kerumahnya yang mengalami kerusakan.

“Rumah saya rusak dan retak-retak sehingga tidak berani saya tempati,” ujarnya.

Di hunian sementara yang terbuat dari asbes bekas ini, ia tinggal bersama 5 anak beserta menantunya.

Dirinyapun mengatakan sudah diusulkan untuk mendapatkan bantuan rehab rumah gempa ke pemerintah, namun sampai saat ini tidak ada kejelasan sama sekali.

“Sudah berapa kali didata, namun sampai sekarang tidak ada kejelasan,” tambahnya.

Sampai saat ini ia beserta 5 anaknya tidak berani kembali kerumah karena khawatir dengan gempa susulan, yang mengakibatkan rumah mereka roboh.

“Tidak berani kembali kerumah, takut gempa dan juga khawatir sama anak-anak ini,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Desa Sintung, Herman menjelaskan bahwa terdapat 800 masyarakat korban gempa di desanya yang hingga saat ini belum tersentuh bantuan dari pemerintah.

“Kami sudah berupaya mencarikan bantuan melalui RTLH dan BSPS, namun hingga saat ini belum ada jawaban,” ucapnya.

Ia berharap kepada pemerintah daerah, untuk mengupayakan membantu warganya mendapatkan bantuan rumah, agar mereka tidak tinggal di huntara lagi. (Lu-02)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More