Lombok Update News
The news is by your side.

Aktivis Perempuan dan Anak Desak Kejari Loteng Sanksi Oknum ASN Yang Menikah 7 Kali

0 200

Lombok Tengah (lombokupdatenews) – Puluhan aktivis Perlindungan Perempuan dan Anak mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Lombok Tengah, untuk  mendesak kepala kejaksaan Negeri memberikan sanksi tegas, terhadap oknum pegawai ASN Kejari berinisial SR karena telah melanggarkode etik kepegawaian dan aturan hukum.

Selain menuding  oknum SR tidak bertanggungjawab dengan pernikahannya, para aktivis juga menduga ada tindakan pemalsuan identitas data kependudukan, sehingga oknum tersebut bisa melaksanakan pernikahan hingga 7 kali.

“Kami mendesak agar kasus ini diproses sampai tuntas, baik secara etik maupun hokum,” ujar Yan Mengandar, Ketua Koalisi Perlindungan Perempuan dan Anak, usai bertemu Kepala Kejari Loteng (1/9).

Mereka juga meminta Kejari untuk memberikan perlindungan kepada seluruh mantan istri dan anak S, agar tidak ada tidak mendapatkan intimidasi dari pihak manapun karena persoalan ini.

“Pak Kajari komitmen akan memberikan perlindungan terhadap mantan istri termasuk istri yang dinikahi terakhr,” jelasnya

Para aktivis berharap, pihak kejari berani mengambil sikap tegas untuk memproses oknum ASN yang bertugas di kantornya, sebagai efek jera, agar tidak ditiru oleh para pegawai lainnya.

“Tindakan menikahi tujuh perempuan tidak pantas dilakukan oleh seorang Aparatur Sipil Negara,  yang seharusnya memberikan contoh yang baik bagi masyarakat,” tegasnya

Bang Yan sapaan akrabnya menegaskan tidak mempermasalahkan terkait melakukan pernikahan dengan banyak orang, namun yang menjadi persoalan ialah oknum ASN merupakan pelayan publick, sehingga tindakannya dikhawatirkan ditiru orang lain.

“Jika tidak ada tindakan pendisiplinan, hal tersebut juga dikhawatirkan bisa meningkatkanrisiko kekerasan dalam rumah tangga,” cetusnya.

Sementara Kejari Praya melalui Kasi Intel Catur Hidayat, enggan memberikan keterangan lebih lanjut terkait kedatangan para aktivs ke Kejari Praya.

“Yang jelas mereka datang  kesini untuk memberikan dukungan. Dan selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan Kejati NTB, karena laporannya ada disana,” ucapnya. (Lu-02)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More