Lombok Update News
The news is by your side.

Buntut Didiskualifikasinya Bola Volly Putri Loteng. MSQ : Ini Preseden Buruk Porprov XI dan Arogansi Ketua KONI NTB

0 285

Mataram, (lombokupdatenews)  – KONI  NTB berlaku tidak profesional, arogan serta  pilih kasih, hal ini yang di lontarkan ketua KONI Lombok Tengah M Samsoel Qomar saat mendampingi Atlet cabor billyard Lombok Tengah yang akan bertanding (24/02) jum’at sore.

Menurutnya hal tersebut merupakan  buntut dari di diskualifikasinya team bola volley putri Lombok tengah, padahal pihak team bola Volley putri tersebut telah  lolos keabsahan serta  sudah selesai TM (teknikal meeting,red) bahkan telah bertanding dan menang  serta telah masuk  final namun pihak KONI NTB sebagai penyelenggara porprov malah baru melakukan protes.

“Dan anehnya KONI NTB ini  melakukan tindakan gegabah,  dengan langsung melakukan  diskualifikasi terhadap  team volley putri kami tanpa  melalui surat maupaun teguran  terlebih dahulu sebelumnya.”ungkap MSQ

Sehingga ditambahkan Samsoel harusnya ketua panpel PBVSI NTB saat itu  harus ikut  menolak keputusan tanpa surat tersebut, pihak KONI Lombok Tengah juga  melihat KONI NTB mendahului keputusan abitrase dengan mengeluarkan keputusan yang tidak semestinya  dikeluarkan..

Pihaknya juga cukup heran seta terkejut dengan keputusan tersebut , bagaimana bisa  pihak KONI mendahului sidang abitrase dan menghentikan kejuaraan setelah ada keputusan  kemenangan bukannya sebelum keabsahan. .

“Ini Ketua KONI NTB pak mori hanafi otoriter  dan bertidak arogan dalam keputusannya , tidak  cocok kalau begini kami Lombok Tengah sangat  kecewa dan tidak terima dengan keputusan ini.” Ketusnya emosi .

Lebih jauh MSQ mengatakan pada kasus atlet bola volley Lombok Tengah tersebut yang bertanding untuk Loteng ini  bukan  merupakan atlit resmi provinsi maupun  kabupaten kota namun merupkan  atlet lepas biasa, sehingga tidak perlu adanya mutasi atlet sebab sesuai aturan bukan termasuk dan tercatat sebagai atlet resmi .

Jika pun pihak KONI NTB  keberatan sebab  atlet tersebut ada yg berasal dari jawa barat ataupun luar daerah lain, pihaknya tidak mempermasalahkan jika dikeluarkan. Karena dari atlet tersebut  sisanya adalah atlit lokal pekerja di sempiak dan masih status siswi SMAN Jonggat Kabupaten Lombok Tengah.

“Atas kejadian ini kami lebih melihat sikap KONI NTB politis dan tidak mencerminkan profesional serta  menganulir hasil keputusan mereka sendiri. Kami juga melihat hal ini menjadi preseden buruk pada  Porprov  XI ini,ini juga  terlihat dari ketidak becusan KONI NTB  terkait beberapa  kasus  mulai dengan kasus kericuhan persoalan transport dan hotel di tambah lagi dengan keputusan aneh yang tidak terhadap sejumlah pertandingan cabor porprov  saat ini.”tutupnya.(Lu07)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More