Lombok Update News
The news is by your side.

Car Free Night 2024 Lombok Tengah, Yang Dirangkaikan Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal Berlangsung Meriah

0 153

Lombok Tengah,(lombokupdatenews) – Pemerintah Daerah Lombok Tengah mengelar acara Car Free Night 2024 yang dirangkum dengan sosialisasi gempur rokok ilegal bertempat di Jalan Jenderal Sudirman, Depan Eks kantor Bupati Praya, Sabtu (8/6/2024) malam.

Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati hari kesaktian Pancasila ini dimeriahkan oleh Band Lokal BOBROCK hingga Sunday Morning.

Kegiatan dihadiri oleh Sekertaris Lombok Tengah Lalu Firman Wijaya, Asisten I Lendek Jayadi, Kasat Pol PP Zaenal Mustakim, Kadis Diknud Idham Khalid, Sekwan H Suhadi Kana, dan Kadis PUPR Lalu Rahadian.

Dalam kegiatan ini Pemkab Lombok Tengah dengan Kantor Bea Cukai Mataram membagikan hadiah doorprize kepada para pengunjung yang datang.

Sekertaris Daerah Lombok Tengah Lalu Firman Wijaya menyatakan, rokok ilegal dengan berbagai macam cara masih saja beredar ditengah masyarakat.

Rokok ilegal sangat menggangu industri rokok resmi yang membayar cukai, yang dirugikan bukan hanya negara tetapi masyarakat.

Penerimaan cukai untuk membiayai dampak buruk rokok ditengah masyarakat akan tergerus. Disamping itu juga akan lebih banyak muncul perokok pemula karena rokok murah gampang didapatkan.

“Masyarakat agar senantiasa mengingatkan diri sendiri keluarga maupun lingkungan betapa penting memastikan adanya pita cukai rokok yang dikendalikan oleh Negara,” ungkap Lalu Firman.

“Saya mengingatkan masih banyak beredar rokok ditengah masyarakat tidak memiliki cukai. kalau rokok tidak ada cukainya maka tidak ada pemasukan bagi negara maupun pemerintah dearah kita,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai MataramAdi Cahyanto menyampaikan, kampanye gempur rokok ilegal merupakan program lanjutan dari stop rokok ilegal, yang dilaksanakan hingga tahun 2019 yang bertujuan untuk memberantas peredaran rokok ilegal.

“Kita akan terus menggalakkan upaya preventif dan represif melalui sosialisasi, edukasi, dan penindakan demi menekan peredaran rokok ilegal,” ujar Adi Cahyanto.

Dengan menekan peredaran rokok ilegal diharapkan dapat meningkatkan penerimaan negara di bidang Cukai.

Dari penerimaan Cukai Hasil Tembakau tersebut akan terdapat bagian yang dikembalikan ke masyarakat melalui alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dari Pemerintah Pusat ke Pemerintah Daerah.

“Penerimaan Cukai di Pulau Lombok yang dihimpun oleh Kantor Bea Cukai Mataram hingga 30 September 2023 ini mencapai +/- Rp17 miliar rupiah atau sekitar 97% dari target yang ditetapkan ke Bea Cukai Mataram,” ungkap Adi Cahyanto.

Melalui sosialisasi Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai juga mengharapkan dukungan dan bantuan dari masyarakat dalam upaya menekan peredaran rokok ilegal dikonsumsi.

Hal ini karena dengan berkurangnya rokok ilegal yang beredar akan memberi kesempatan rokok legal lebih banyak dikonsumsi.

“Jika rokok legal lebih banyak dikonsumsi, penerimaan Cukai akan meningkat. Jika penerimaan Cukai meningkat, maka DBHCHT yang dikembalikan ke daerah akan semakin besar,” tutup Adi Cahyanto.(Lu01)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More