Lombok Update News
The news is by your side.

Checkmate Bagi IWS,Riyan Zaki Beberkan Jumlah Kerugian PT Tahta Djaga International

0 517

Lombok Tengah,(lombokupdatenews) – Penyalahgunaan wewenang serta jabatan dengan melakukan kontrak pembangunan sejumlah lokasi serta bangunan penunjang pariwisata di wilayah Lombok tengah,oleh ketua BPPD Loteng Ida Wahyuni Sahabudin,membuat semua yang diduga menjadi korban tipu dayannya geleng – geleng kepala,bagaimana tidak,mereka tak habis fikir,seorang Ida Wahyuni,berani dan tega,dengan mengatasnamakan pemerintah daerah Lombok Tengah,nekat memperdayai sejumlah investor,yang akan menanamkan modal usahanya,secara tidak langsung,hendak turut andil dalam membangun daerah tatas tuhu trasna ini,khususnya di bidang pariwisata.

H Riyan zaki salah satu korban,yang juga merupakan direktur PT. Tahta Djaga International cabang NTB,secara gamblang mengungkapkan sejumlah kerugiannya,setelah mengenal Ida Wahyuni,dengan melakukan kontrak pembangunan homestay,disejumlah desa di wilayah Lombok Tengah.

PT. Tahta Jaga mengakui pihaknya merasa di tipu oleh kepala BPPD Loteng, fasalnya semua proyek dan kerja sama yang di janjikan Ida,tidak sesuai dengan apa yang di sampaikannya sewaktu pertama kali bertemu dan melakukan kontrak pembangunan homestay.”Sebelum dilaksanakan kontak kerjasama pembangunan,pihak BPPD melalui ida menawarkan ke pihak kami proyek pembangunan Homestay tidak tanggung tanggung,300 unit dengan system pengerjaan secara swakelola, saat ini sudah 70 unit yang sudah kami kerjakan dengan persentase pengerjaan sekitar 26 persen,” ujar Rian kepada sejuumlah media jum’at siang 30 juli 2021.

Akan tetapi,jauh panggang dari pada api,proyek pembangunan 300 unit homestay tersebut,yang berlokasi di Lombok Tengah,dengan terpaksa harus phak PT Tahta jaga hentikan,sebab hingga detik ini belum ada kejelasan yang di berikan Ida Sahabudin,dimana proses pembangunan telah berlangsung selama 1 tahun lebih.

“Dari pada rugi lebih besar kami terpaksa menghentikan dulu pembangunan proyek homestay yang abal abal ini,” ujarnya

Namun tidak hanya berhenti sampai disana saja,lebih jauh Riyan juga menuturkan pihaknya juga di rugikan pada saat ida akan meggelar event,terkait pameran desa wisata yang rencananya akan di laksanakan di kawasan ITDC pada tanggal 20-26 oktober tahun lalu.

“Kerugian di event bohongan yang di buat buat Ida itu sebesar Rp 3.5 Milyar. Dana tersebut di gunakan ,guna pembiayaan paspampres, urus ijin keramaian dan katering,serta sisa dana diduga telah masuk ke rekening pribadi Ida sekitar Rp 400 juta, belum lagi yang nominalnya 10 jutaan,” tegas Rian

Sebelumnya juga, pihak PT Tahta sempat mempertanyakan,event tersebut kapan akan digelar,sebab perusahaan mereka telah banyak mengeluarkan biaya,namun ida selalu beralasan masih terkendala di perijinannya, padahal sebelum pihaknya mentrasferkan dana tersebut,pihak ida menceritakan bahwa event itu,sudah aman dan tinggal diselenggarakan namun kenyataan sampai hari ini event itu tidak pernah digelar.

“Jadi ini yang kita laporkan pertama, dengan dugaan penipuan dan penggelapan ,dengan bukti sejak janji dilaksankan event,hingga hari ini,tak kunjung dilaksanakan “tambahnhanya.

Selain itu di proyek selanjutya pihaknya juga merasa di rugikan Ida Sahabudin saar pengadan pembelian alat kesehatan untuk covid-19 sebesar 5.3 M.

Dari ketiga program yang di tawarkan pihak BPPD,tidak ada satupun yang terealisasi dengan jelas,baik dari segi pembangunan maupun pelaksanaannya,dan hal ini sudah terindikasi merupakan penipuan yang dilakukan ida semata, terhadap perusahan PT Tahta Djaga International.

“bila kami menghitung jumlah kerugian financial ,terhitung dari tiga program ini,Total kerugian kami sebesar 11, 248 milyar dan ini belum terbayarkan oleh pihak ida sepeser pun ,menindak lanjuti hal ini,maka perusahan kami dengan bulat memutuskan tidak akan melakukan mediasi damai dengan ida,serta laporan ini kami akan tetap teruskan, semoga dapat menaikan status ida,dalam kasus ini menjadi tersangka.”tegasnya.

Sementara ditempat yang berbeda,Ketua BPPD Loteng Ida Wahyuni sahabudin,saat di konfirmasi sejumlah media via telpon,mengakui dirinya tak dapat hadir dalam upaya mediasi tersebut,disebabkan karena ada urusan keluarga yang membuat ia harus mengahadiri,acara pemakaman suadaranya yang meninggal.

“Sudah sy sampaikan melalui pengacara sy,alasan kenapa sy tidak dapat hadir,berhubung ada musibah ada keluarga saya yang meninggal,meskipun saya bisa hadir pada mediasi itu,akan percuma karena belum ada uang yang saya bawakan untuk menggantinya,” terang Ida. (Lu01)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More