Lombok Update News
The news is by your side.

Inisiatif Seniman Peduli KPK,TWK HANYA ALAT PELEMAHAN KPK

0 335

jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan anak kandung reformasi. Diresmikan tahun 2003 dengan alasan ketidak mampuan lembaga penegak hukum dalam memberantas korupsi pada saat itu. Selama 18 tahun perjalanannya banyak prestasi-prestasi yang dilakukan KPK, salah satunya dengan menangkap pejabat publik mulai dari kepala daerah, anggota Dewan hingga Menteri yang terlibat korupsi. Namun demikian, KPK juga mendapat serangan balik dari pihak-pihak yang berlawan dalam memberantas korupsi. Tidak hanya satu kali, namun berkali dilakukan, sebagai contoh peristiwa Cicak Vs Buaya jilid I dan II, hingga revisi UU KPK.

Baru-baru ini jagat pemberantasan korupsi kembali diguncang oleh agenda pelemahan KPK secara struktural. Sebanyak 75 pegawai KPK dinyatakan tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan terancam dipecat. Hal yang tidak masuk akal adalah, dari 75 pegawai tersebut merupakan orang-orang yang secara kinerja sudah tidak perlu diragukan lagi soal wawasan kebangsaannya. Selain itu, beberapa diantaranya sedang menangani pengusutan/penyelidikan kasus-kasus korupsi besar. Salah satunya kasus korupsi Bansos yang melibatkan mantan menteri sosial Juliari Batubara. Meskipun pada akhirnya Presiden RI mengeluarkan pernyataan bahwa TWK tak bisa jadi dasar pemberhentian 75 pegawai KPK, namun demikian, 51 dari 75 orang pegawai yang tidak lolos TWK akan tetap diberhentikan.

Sebagai dukungan dan solidaritas terhadap situasi saat ini, kami selaku pelaku seni menggelar sebuah pameran digital yang berisi karya-karya seni dari pelaku seni yang peduli terhadap isu pemberantasan korupsi. Pameran digital ini dibuka mulai tanggal 9 Juni 2021 pukul 09.00WIB. Pameran digital dapat diakses melalui laman https://jujurkokdipecat.id/

Inisiator Pameran mengatakan “Ini merupakan respon kami sebagai pelaku seni dalam merespon isu pelemahan KPK saat ini. Karya-karya dari teman-teman pelaku seni mencerminkan bahwa kita gerah dengan situasi sekarang ini. KPK menjadi andalan rakyat Indonesia dalam melawan korupsi, namun jika KPK dilemahkan dengan cara-cara yang sangat tidak masuk akal, rasanya korupsi akan sangat tumbuh subur di Indonesia”. Ia pun mengajak publik berpartisipasi “Kami mengajak publik dan seniman-seniman lain untuk berkolaborasi bersama-sama merespon pelemahan KPK ini dengan cara apapun,”.

Komentar salah satu seniman “Galeri ini tidak menutup kemungkinan dapat bertambah besar dan menampilkan juga mengapresiasi karya-karya dari manapun untuk bisa berkontribusi dalam melawan korupsi. Ini hanya langkah awal kami dalam berkontribusi melawan korupsi di Indonesia. Suara-suara kami di tuangkan kedalam karya seni sebagai ungkapan marahnya rakyat Indonesia terhadap korupsi,”

Untuk itu, kami Kumpulan Seniman menyatakan dukungan terhadap 75 pegawai KPK yang dinonaktifkan dan coba memantik inisiatif masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam pergerakan antikorupsi dimasa yang akan datang dengan pendekatan artisitk.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More