Lombok Update News
The news is by your side.

Kasus Pelemparan Ikan Koi, Ketua PP Lombok Tengah : BWS Jangan Baper Lah

0 235

Mataram, (lombokupdatenews) – Aksi protes yang di lalukan seorang ibu dengan melempar ikan koi ( mati ) ke kantor BWS beberapa wktu lalu, mendapat tanggapan dr sejumlah pihak terutama dari Ketue Pemuda Pancasila Lombok tengah M Samsoel Qomar.

Dalam statementnya kepada Lombokupdatenews.com MSQ mengatakan bahwa bentuk protes tersebut dilakukan oleh ibu yang biasa dilakukan seorang rakyat atas apa yang di alaminya.
Sehingga aksi tersebut sebuah tindakan biasa dan tidak perlu di bawa ke ranah hukum apalagi memprosesnya . “ kita minta pihak penyidik polres mataram untuk menunda atau menghentikan proses pemeriksaan terhadap yang bersangkutan,” tegasnya
Lebih jauh menurutnya sementinya pihak BWS melakukan dialog dengan warga yang melakukan protes apalag beliau seorang ibu, ibu bagi anaknya dan seorang ibu dalam rumah tangga ,tentu tidak faham soal aturan menyampaikan pendapat yang jika harus ke kantor sebuah instansi mungkin harus menggunakan surat menyurat dan lainnya.Itu merupakan gerakan spontan untuk emak emak dan kalau ditanggapi serius maka BWS dianggap tidak profesional.


Jika terus di lanjutian kami Pemuda pancasila akan bergerak melalukan pembelaan langsung.
Mohon pak gubernur juga bersikap jangan diam ini hanya spontanitas rakyat awam yang tidak ada muatan politis atau di persiapkan terlebih dahulu.
Kemudian untuk pak Kapolda , karena hal ini bertepatan dengan HUT Bayangkara,harapnya jangah sampai sikap spontanitas yang tidak merugikan siapapun ataupun merugikan negara, justru akan menjadi kasus hukum yang serius.
“Apa ada karyawan atau orang BWS yang terluka kena lemparan ikan koi atau ada alat alat yang rusak parah ?
Baiknya ini di hentikan karena bukan kasus yg luar biasa sekali lagi mohon pak kapolda untuk turun tangan.” harapnya.( Lu07)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More