Lombok Update News
The news is by your side.

Kepala Desa Sukerare Bangga Dapat Hadiri Proyek Seni Inklusif Sejarah Benang dan Kisah Perempuan Sasak

0 93

Mataram, (lombokupdatenews) –  Kepala Desa Sukerare ,Kecamatan Jonggat Lombok Tengah, NTB mendapatkan kehormatan guna menghadiri Proyek seni Inklusif sejarah Benang dan kisah perempuan sasak(14/02)

Bertempat di Gedung Teater tertutup Taman Budaya NTB tersebut merupakan kerjasama  dan inisiasi  oleh Kementrian Pendidikan, Kebudaya, Riset  dan Tekhnologi (kemendikbudristek) RI bekerjas ama dengan Lembaga pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Republik Indonesia.

Acara tersebut selain dihadiri sejumlah SKPD lingkup Pemprov NTB, Kepala Desa Sukerare juga dihadiri serta disaksikan  oleh Ketua Dekranasda NTB, Hj. Niken Saptarini Zulkieflimansyah yang dalam pengakuannya tersebut mengaku terkesima dengan tarian yang disajikan. Menurutnya, tarian tersebut memiliki makna dan cerita yang dalam tentang sejarah Tenun dan Perempuan

Kepala Desa Sukerare dalam kesempatan tersebut , merasa bangga dan terhormat dapat diundang serta menghadiri acara tersebut, dimana menurutnya agenda seni inkluif tersebut merupakan bentuk  apresiasi pemerintah dan masyarakat dalam menngenalkan, melestarikan  budaya dan seni sasak khususnya dalam mengenalkan seni tenun sasak Lombok.

“saya sebagai masyarakat Sasak khususnya di desa sukerare yang merupakan Central Khas tenun sasak di Lombok merasa sangat bangga dengan dilaksanakan acara sejarah benang dan kisah perempuan sasak ini, karena ini benar benar menunjukan bagaimana perempuan sasak dan hasil keratifitasnya dengan menghasilkan tenun di sukerare.”ceritanya bangga.

Sementara   Ketua Dekranasda NTB, Hj. Niken Saptarini Zulkieflimansyah juga mengaku bangga sekaligus  mengapresiasi acara pentas karya tari kontemporer tersebut dengan tajuk “Tenun, Sejarah Benang, dan Kisah Perempuan Sasak” Lebh lanjut menurutnya  Acara ini diselenggarakan oleh komunitas benangsasak_ sebagai upaya kreatif dan penghargaan kepada perempuan penenun yang terus setia dan menjaga tradisi tenun, khusunya  para perempuan penenun di pulau Lombok.

“Ini sebenarnya sebuah interpretasi dari sebuah fakta bahwa perempuan Sasak sudah mulai menenun berabad-abad yang lalu. Anak muda saat ini berusaha untuk menceritakan kisah tersebut melalui seni tari seperti ini,” tuturnya.(Lu07)

Bunda Niken, sapaan akrabnya mengatakan sudah sepantasnya tradisi tenun ini harus dilestarikan dan diperkenalkan kepada para anak muda. Acara ini sebagai salah satu cara pengenalan tradisi tenun, agar anak muda memiliki kebanggaan tersendiri terhadap tradisi ini.(Lu07)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More