Lombok Update News
The news is by your side.

Ketua Formapi Sayangkan Konflik Antar LSM di Loteng

0 268

Lombok Tengah (lombokupdatenews) – Konflik antara sejumlah Lembaga Swadaya  Masyarakat (LSM) di Kabupaten Lombok Tengah yakni LSM Lidik dan Laskar NTB menuai sorotan dan menjadi perbincangan di kalangan masyarakat.

Hal tersebut tentunya sangat disayangkan, pasalnya asalnya konflik antar kedua Lembaga yang menjadi control kebijakan pemerintah ini, bisa mempengaruhi situasi dan kondusifitas di Lombok Tengah.

Ketua Formapi NTB, Ihsan Ramdani sangat menyayangkan adanya konflik antar LSM di Lombok Tengah. Meski sudah berdamai, namun pihaknya mengingatkan agar kedua LSM ini focus menjadi kontrol kebijakan pemerintah, bukan saling menjatuhkan satu sama lain.

“Alhamdlillah semua bisa terselesaikan secara damai, antar LSM yang berkonflik, saling memafkan demi keamanan dan kenyamanan daerah Lombok Tengah, yang kita cintai,” ujarnya.

Ia mengingatkan, agar kejadian serupa tidak terulang kembali untuk kedua kalinya, karena dikhawatirkan marwah LSM sebagai control pemerintah, dipertanyakan oleh masyarakat, sehingga membuat kepercayaan masyarakat menjadi berkurang.

“LSM ini sebagai  barometer, dan sebagai pemantau kebijakan  pemerintah, yang mungkin  dirasa kurang keberpihakannya terhadap masyarakat, dengan kejadian kemarin tersebut, dikhawatikan  akan menjadi tamparan keras  terhadap LSM,” tambahnya.

Untuk itu, diharapan jika da persoalan apapun, kawan-kawan LSM sebaiknya melakukan komunikasi secara dewasa, serta tidak mengumbar kekuatan di media sosial yang menjadi konsumsi publik.

“Apapun nanti, persoalan yang timbul di dalam interal kawan-kawan LSM kedepan, sebaiknya di bicarakan secara dewasa,bukan dengan mengumbar ngumbar kekuatan dan sesumbar  di media sosial, hal ini cukup  mencoreng dan merusak marwah lembaga LSM di Lombok tengah,” tandasnya. (Lu-01)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More