Lombok Update News
The news is by your side.

Kisah Anak Negeri Seribu Masjid, Yayasan Uluumul Qur’an Belajar Di Gedung Tanpa Atap

0 267

Lombok Tengah,(Lombokupdatenews) – Meski belajar di tempat yang sangat sederhana namun semangat mereka untuk menuntut ilmu tak kalah dengan anak-anak di perkotaan, meskipun hanya dengan ruang belajar mereka jauh dari kata sempurna.
Salah satu yayasan pendidikan Uluumul dari Desa Setiling Kecamatan Batukliang Utara yang terletak jauh dari kota berjarak kurang lebih 45 km dari kota Praya, dengan kelebihan dapat mengelola pendidikan mulai dari jenjang SMP Islam hingga Sekolah Menengah Atas Islam Uluumul Qur’an.

“Bangunan sekolah yang ada saat ini baru empat lokal, tiga lokal untuk ruang belajar ,satu lokal ruang guru dan tata usaha sekolah, sementara untuk bangunan lain masih dalam berupa pondasi dan tiang kolom saja yang berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 50 are.” Ungkap Ustadz Ramedan (simbe) yang Juga Ketua Yayasan PonPes Uluumul Qur’an Setiling

Menurut Ustadz Ramdan seiring perkembangan jumlah siswa terus mengalami peningkatan sehingga membuat suasana belajar terpaksa di alihkan di luar ruangan terbuka, tepatya di bangunan pondasi gedung tanpa atap dan beberapa berugak atau sekenem yang ada di depan sekolah yayasan Ponpes.

“Meski kondisi sekolah sangatlah sederhana namun minat belajar siswa sampai saat ini masih tetap tinggi, tercatat jumlah siswa sampai saat ini lebih dari 100an.”jelasnya lagi.

Ustad.Ramedan ( Simbe ) sebagai pencetus sekaligus pendiri,menceritakan awal mula berdirinya Yayasan Uluumul Qur’an Setiling.

“, Kami bersama wali muridi terus berupaya mencari donatur yang mau berbagi untuk sama-sama melanjutkan pembangunan gedung sekolah SMP Islam dan SMA Islam Uluumul Qur’an Setiling”Ucapnya mengawali ceritanya.

Cikal bakal yayasan ponpes Uluumul Qur’an adalah sebuah TPQ yang berdiri pada tanggal 15 rabi’ul awal 1439 h/ 2019 m, dengan 5 orang siswa kemudian pada bulan agustus tahun 2020, santri TPQ berjumlah 150, maka bersama masyarakat dan pemerintah desa sepakat membentuk sebuah yayasan yaitu,
Pada Tanggall 8 agustus 2020/ 11 zul hijjah 1441 h mendirikan lembaga DINIYAH, dengan menempati belajar berugak dan Sekenem sebagai tempat belajar santri.
Kemudian lanjutnya pada akhir tahun 2020 – 2021, pihaknya bersama pengurus dan masyarakat membangun gedung 5 lokal sekaligus sebagai asrama dan kantor. Maka pada tahun 2022 pihaknya sepakat untuk membuka lembaga formal yaitu sekolah Menengah Pertama (SMP ISLAM) dan Sekolah Menengah Atas (SMA ISLAM) Uluumul Qur’an, dengan catatan para santri di wajibkan untuk menetap atau mondok.

Pada tanggal 10 juli 2022, siswa baru SMP dan SMA mulai diharuskan masuk asrama, sebagai angkatan pertama baik formal maupun non formal sebagai santri yang wajib mondok, dengan jumlah siswa SMP 21 orang dan SMA 15 orang, selanjutnya pada tahun 2023 angkatan ke dua terdapat peningkatan jumlah siswa untuk SMP 31 orang dan SMA 20 orang.
“serta pada angkatan ke 3. tahun 2024 ini jumlah siswa baru yang sudah mendaftar untuk SMP 60 org dan SMA 40 orang.” jelasnya lagi.

DItambahkan Ustadz Ramdan ada beberapa prestasi yang pernah diraih oleh Siswa-siswi SMP Islam dan SMA Islam Uluumul Qur’an diantaranya pada tahun pertama 2022 SMP Islam dn SMA Islam juara terbaik satu pada lomba gerak jalan tingkat desa, dan sebagai juara umum pada MTQ di Kecamatan Batu Kliang Utara

Tidak berhenti sampai disana ,berbagai prestasi kembali di dapatkan Yayasan Uluumul Qur’an diantaranya pada tahun 2023 kembali menjadi terbaik satu pada lomba gerak jalan indah tkt desa setiling dan terbaik 3 tigkat kabupaten, kemudian pada juni 2024 desa setiling kembali menjadi juara umum I (satu ) di STQ tigkat Kecamatan Batukliang Utara Lombok Tengah.Santri dari SMP Islam Uluumul Qur’an lagi lagi mendapat juara 1 ( satu ) sebanyak 7 orang, juara II ( dua) 3 orang dan juara III (tiga ) 2 orang.

Adapun sistem pembelajaran yang kami terapkan pada tingkatan Diniyah di Yayasan Pondok Pesantren Uluumul Qur’an Setiling diantaranya :
1.Diniyah, pembagian kelas disesuaikan dengan jumlah santri, waktu dan proses pembelajaran di mulai setelah sholat Subuh , magrib serta isyak.
2.Sekolah Kejuruan, yaitu sesuai dengan bakat dan minat santri, diantaranyayang di tawarkan mulai dari Program belajar tilawah,Kaligrafi, Tahfiz dan Kutubutturos, serta proses belajar mengajar dilaksanakan pada waktu selesai Sholat Ashar, selain kegiatan tersebut terdapat juga kelas belajar hadroh, untuk mengisi waktu bermain kemudian terdapat Pencak Silat yang dilaksanakan setiap malam ahad. Seain hal tersebut, terdapat juga pelatihan organisasi santri ( setiap malam kamis/ OSQY) untuk mendidik kedisiplinan dan kepemimpinan para santri santriwan.
Adapun lembaga formal, berjalan sebagaimana ketentuan kurikulum pemerintah, yang kita kolaborasi dengan sistem ponpes yayasan.

“Adapun lembaga formal, berjalan sebagaimana ketentuan kurikulum pemerintah, yang kita kolaborasi dengan sistem ponpes, guna mencetak siswa yang berkarakter, sesuai harapan pemerintah”, tutupnya.(Lu05)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More