Lombok Update News
The news is by your side.

MQ Ngoh Kritisi Wajah Bangunan Kota Praya Yang Kumuh dan Terbengkalai

0 34

Praya, (LombokUpdateNews) – Mantan Bupati Lombok Tengah HL Wiratmaja SH mengkritisi kondisi bangunan di tengah kota Praya.
Mamiq Ngoh akrabnya mengatakan bahwa semestinya pemda segera memanfaatkan eks bangunan yang ada pasca di pindahkan ke kantor bupati baru di Puyung Jonggat. ” Menurutnya semestinya bangunan bangunan yang bekas masih menjadi aset pemerintah daerah ini seharusnya segera di gunakan kembali agar kesannya tidak kumuh.

Seharusnya pemerintah segera bertindak dan berfikir cerdas untuk memanfaatka semua aset aset yang ditinggalkan selama ini, sehingga nantinya jangan sampai muncul kesan aset bangunan itu tidak dimanfaatkan serta sengaja dibiarkan terbengkalai” ujarnya saat ngobrol santai bersama ketua KONI Loteng di sekretariat setempat minggu pagi.(01/08/23).
Mantan ketua Golkar Loteng tersebut juga menjelaskan bahwa Loteng saat ini sudah menjadi primadona dunia dengan adanya beberpaa fasilitas kelas internasional seperti bandara Lombok, Pelabuhan ikan di awang serta yang paling mencuri perhatian sirkuit mandalika di KEK Kute Pujut .
Pihaknya memberikan masukan kepada pemda agar aset aset yang ada dan masih terbengkalai saat ini bisa di upayakan untuk di hidupkan dengan sistem kontrak atau perjanjian jangka panjang tentu dengan aturan yang jelas.
” Loteng kan gerbang masuk saat ini jadi performancenya harus bagus, kantor bupati megah sekolah poltekpar dan ipdn megah masak di tengah kota kumuh , harus di atensi segera,” paparnya.
Di singgung soal janji pemda terkait pembangunan DAM mujur ? Mamiq ngoh menjabarkan dirinya saar menjadi Bupati sudah memulai dengan membebaskan sekitar 5 hektare lahan warga yang seharusnya di teruskan prosesnya.
” kalau soal itu ya silahkan di teruskan karena perlu orang orang yang kompeten juga untuk menjadikan DAM itu,” pungkasnya.(Lu07).

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More