Lombok Update News
The news is by your side.

Persoalan Lahan KEK Mandalika, Aparat Kepolisian Cabut Spanduk dan Amankan Warga Pemilik Lahan?

0 166

Mandalika, (lombokupdatenews) – Spanduk yang dipasang oleh pihak warga pemilik lahan di kawasan KEK Mandalika Desa Kute Lombok Tengah diduga dicabut serta diambil paksa oleh aparat
gabungan TNI dan Polri. Spanduk bertuliskan bahwa lahan itu masih merupakan lahan milik warga dan belum dibayarka dicabut pada Jum’at (13/10)
Juru bicara dan Pejuang lahan KEK M. Samsul Qomar menjelaskan, dirinya mendapat informasi tersebut dari warga dan kuasa hukum pemilik.
“Kami mendapat info itu dari Mba setia darma pak Zabur dan pak L Burhan saat mendampingi warga pemilik di KEK pagi tadi,” ungkapnya via pesan WA.
Tidak hanya mencabut dan menggulung, pria yang akrab disapa MSQ ini mengatakan jika dirinya mendapat informasi bahwa aparat tidak hanya melakukan aksi mencabut dan menggulung baliho, tetapi juga melakukan pengamanan terhadap sejumlah warga pemilik lahan.
“Mereka mengatakan aparat tni polri bukan hanya mencabut spanduk baliho tapi mengancam warga jika memasang kembali akan di amankan,” sambungnya
Dikatakan pihaknya menyayangkan perlakukan represif ini aparat tersebut Sebab, menurutnya warga sama sekali tidak melakukan aksi demo dan kegaduhan hanya sekedar standby dan tianggal diam di tanah milik mereka .
“Warga sama sekali tidak melakukan aksi demo dan kegaduhan hanya tinggal diam di tanah milik mereka,” imbuhnya.
Menurutnya, warga memilih tidak berteriak tidak ribut dan secara damai melakukan protes hanya dengan spanduk dan baliho saja . Artinya warga sangat menjaga kenyamanan dan keamanan event moto GP sayang cinta mandalika kenapa harus di perlakukan keras.
“Mestinya pemerintah dan ITDC segera mengambil jalan tengah dengan bertemu perwakilan warga dan mencari solusi konkrit bukan hanya janji semu,” keluhnya.
Ditambahkan, mediasi yang di lakukan tinggal di lanjutkan dan yang sesuai data di selesaikan sangat simple dan tidak butuh waktu lama .
“Sekali lagi kami minta aparat jangan arogan kepada warga gunakan cara cara humanis mereka ini korban kezoliman dan minta keadilan,” tandasnya.
Beberapa warga pemilik lahan yang di duga telah diamankan diantaranya warga atas nama Habib dan Amat yang juga pemilik lahan dan saat kejadian berada di lokasi serta ikut melakukan pemassngan spanduk.
Sementara itu, hingga berita ini turunkan pihak Kapolres Lombok Tengah yang dikonfirmasi oleh sejumlah media belum memberikan jawaban. (Lu07).

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More