Lombok Update News
The news is by your side.

Ricuh Warga Gili Atas Kepemilikan Lahan, Pemprov NTB Lempar Batu Sembunyi Tangan

0 213

Lombok Utara, (LombokUpdateNews) – Konflik klaim kepemilikan lahan di Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, antara Pemprov NTB dengan masyarakat Gili nampaknya akan tetap berlanjut.

Kamis tadi pagi (03/02) sejumlah warga pemilik lahan atas nama Laila Hayati mendatangi lokasi lahan yang diklaim merupakan miliknya yang saat ini masih di sewa oleh investor atas nama Maritha Carolina.

Dimana Maritha Carolina juga mengaku sama telah mengklaim bahwa lokasi Home Stay yang dikelolanya tersebut juga merupakan hak sewa atas namanya sendiri bersama suaminya yang merupakan warga negara asing.

Menurut Laila Hayati, dirinya telah menyewakan tanahnya kepada Maritha Caroline sejak bulan Juni 2017.

“Saya hanya pernah diberikan pada awalnya bayaran sebanyak Rp 200 juta pada bulan Juni 2017, lalu” akunya

Kemudian dalam kesepatan tersebut dibuatlah kembali surat perjanjian pada tanggal 20 Juni 2019 yang dilakukan di pejabat Notaris.

Dalam kesepakatan pasal 1 surat perjanjian tersebut yang dirinya buat dengan pihak penyewa , kontrak kerja sama sewa lahan tersebut akan berakhir hingga 20 Juni 2019.

Ditambahkan, Laila, dalam surat perjanjian itu juga bahwa pembayaran akan dilakukan oleh pihak penyewa dengan 12 kali pembayaran.

Hanya saja, pihak penyewa dalam hal ini atas nama Maritaha Carolina telah dianggap tidak memenuhi perjanjian yang dibuat.

“Pada perjanjian kedua tersebut kami hanya diberikan sejumlah uang sejumlah Rp 40 juta saja, namun pasca pemberian itu tidak ada lagi pemberian lanjutan.”ungkapnya

Pada surat perjanjian tersebut telah disepakati bahwa pembayaran pertama akan dilakukan pada bulan Juni 2019 dengan nominal Rp 50 juta. Dan pada Juni 2020 dengan nominal Rp 150 juta.

Lebih jauh menurut Laila bahwa permasalahan tersebut tidak hanya dialami oleh dirinya sendiri saja namun juga oleh sejumlah warga di Gili Trawangan.

“Pemprov NTB seperti lempar batu sembunyi tangan.” ketusnya

Sementara Maritaha saat dikonfirmasi media mengaku dan menyangkal bahwa dirinya tidak pernah tidak mau membayar ke pihak Laila Hayati.

Dia menjelaskan jika dirinya telah membayar sewa lahan ke Pemerintah Provinsi NTB.

Bahkan, dari pengakuan Maritaha kepada warga sekitar saat itu bahwa dirinya saat ini telah meneken kontrak penyewaan lahan dengan Pemerintah Provinsi NTB.

“Saya selalu bayar ke pemprov NTB. Ke rekening NTB,” tuturnya.

Sementara sampai berita ini diturunkan pihak aparat kepolisan Polres Lombok Utara yang ikut turun langsung ke lokasi (Homestay Katara) masih melakukan mediasi dengan kedua belah pihak yang berseteru.

Seperti diketahui bahwa, lahan yang ada di Gili Trawangan tersebut dalam Pers rilis Pemprov NTB pada 12 Januari 2023 lalu, bahwa lahan seluas 75 hektare tersebut telah diklaim merupakan hak milik Pemprov NTB.(Lu01)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More