Lombok Update News
The news is by your side.

Wali Murid Minta Proyek Web SD di Stop. Kabid Dikdas : Semua Sudah Sesuai Juknis BOS

0 86

Lombok Tengah, (LombokUpdateNews) – Mencuatnya permasalahan pembuatan Web bagi sekolah dasar yang ada di Lombok Tengah mendapatkan perhatian serius sejumlah wali murid, Marzuki Salim orang tua murid asal Desa Jelantik(20/01) berpendapat pembuatan web sekolah yang dilakukn oleh pihak Dinas Pendidikan Loteng melalui PT Srikandi bukanlah pembuatan untuk kepentingan pendidikan namun lebih kepada kepentingan pihak pihak yang terlibat didalamnya tersebut.

“ini program yang menurut saya sangat memberatkan pihak sekolah kebanyakan, sebab arahan pembuatan Web yang menjadi pertanyaan besar masyarakat saat ini pasalnya besaran biaya mencapai 5 juta , apakah itu wajar?”tanyanya
Lebih jauh menurut Marzuki, kabid dikdas diduga mengundang para kepsek kemudian meminta tandatangan persetujuan pembuatan website (web,red) namun sebagian besar tidak ada yang memahami apa yang sebenarnya mereka tanda tangani, sebab sebagian kepala sekolah tersebut berharap akan diberikan program afirmasi crombook.
“karena dianggap tidak sesuai dengan harapan para kepala sekolah, smenyebabkan kepala sekolah berfikir untuk tidak membayar sebab pertimbangan Web ini, berfungsi bagi wali murid maupun masyarakat agar dapat mengakses kegiatan sekolah saja.” ceritanya.
Ditambahkan dalam persoalan tersebut masyarakat juga mempertanyakan besarnya dana pembuatan aplikasi sebesar 5 jt. Ketiga para kepsek tidak mau membayarkan Web tersebut sebab menurut mereka tidak dibutuhkan sekolah, dengan pertimbangan kurang bermanfaat bagi dunia pendidikan.
“terbukti beberapa sekolah yg sdh melaksanakan pembuatan Web ini mengaku tidak menemukan manfaat dan kegiatan di Web itu. Sehingga kami wali murid dan masyarakat meminta Program dikdas Loteng ini segera dihentikan , sebelum dilakukan Informasi publik.” pintanya..

Sementara Kabid Dikdas Lombok Tengah, M Makbul Ramen saat ditanya terkait hal tersebut sebelumnya mengatakan pembuatan web tersebut telah sesuai Juklak Juknis dana BOS sehingga dinas hanya sebagai mediasi saja, sehingga tidak ada keterlibatan dinas dalam hal ini maupun intervensi terhadap program kegiatan pembuatan web tersebut.

” Pihak PT ini hanya pamit ke dinas untuk menawarkan program pembuatan website nya kepada sejumlah kepala sekolah SD yang diundang, istilahnya mereka sekedar betabeq ( permisi,red) ke dinas dan tidak ada pemaksaan sama sekali toh ini juga demi memajukan pendidikan di Loteng.” terangnya (Lu01)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More