Lombok Update News
The news is by your side.

Warga Embung Duduk Tolak Pencabutan SP Kadus dan Tuntutn Netralitas BPD

0 151

Lombok Tengah, lombokupdatenews – Puluhan warga Dusun Embung Duduk Desa Labulia Kecamatan Jonggat Lombok Tengah, menggelar unjuk rasa di kantor desa setempat. Senin (26/6).

Kedatangan warga guna menuntut agar Kepala Desa Labulia, tidak mencabut Surat Peringatan (SP) 1 dan 2 yang dikeluarkan kepada Kepala Dusun Embung Duduk yang diduga mengabaikan konflik internal yang terjadi di masyarakat, sehingga mengakibatkan masyarakat terpecah belah.

“SP1 atau SP2 itu turun karena pelanggaran yang dilakukan oleh perangkat bapak selaku kepala dusun di Embung Duduk,” ujar Mahendra Kusuma selaku perwakilan warga.

Warga menolak pencabutan SP1 dan 2 yang dikeluarkan oleh Kepala Desa Labulia, karena dilakukan tanpa alasan yang jelas.

“Kami akan menerima pencabutan, jika ada alas an secara fillosofis, yuridis sosiologis bapat mencabut itu,” tambahnya.

Ditambahkan, secara hukum administrasi Negara, Surat Peringatan (SP) merupakan bentuk pembinaan Kepala Desa kepada perangkatnya.

“Kepala Desa berhak melakukan pembinaan terhadap perangkatnya, jika terjadi gejolak di tengah masyarakat,” jelasnya.

Dicebutkan, dalam hukum Administrasi dan Permendagri tidak ada yang mengatur terkait pencabutan Surat Peringatan melainkan pencabutan Surat Keputusan.

“Jika ingin melakukan banding SP, maka orang yang bersangkutan (Kadus) yang harus meminta pencabutan, bukan orang lain,” tambahnya.

Selain itu, warga juga mempertanyakan netralitas dari anggota BPD yang menjadi orator saat beberapa masyarakat meminta surat peringatan yang dikelurkan kades untuk dicabut beberapa waktu lalu.

“Kemarin kami sudah menyampaikan persoalan ini ke BPD kami, namun apa jawabnya, itu bukan tupoksi saya. Lalu kemarin kami melihat BPD datang ke kantor desa saat demo,” kesalnya.

Sementara Kepala Desa Labulia Mahjat mengatakan, bahwa SP 1 dan 2 yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah desa sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Ketika kami mengeluarkan SP, kami sebelumnya sudah memanggil kadus untuk menyelesaikan persoalan di bawah, namun kadus tidak datang,” katanya.

Pihaknya juga mengharapkan agar BPD hadir untuk menyelesaikan persoalan kekisruhan yang terjadi di dusun Embung Duduk, namun nyatanya mereka tidak terlihat.

“Kemarin saya sudah menyampaikan ke BPD bahwa SP akan kami cabut, tetapi mohon kondisi keamanan di Embung Duduk jangan sampai dibawa ke desa lagi baik yang pro maupun kontra agar selesaikan di bawah dan mereka mengatakan siap,” jelasnya.

Kades berharap, persoalan ini bisa diselesaikan di dusun, sehingga tidak ada lagi konflik internal di masyarakat. (Lu-02)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More