Lombok Tengah, – (lombokupdatenews) – Wakil Ketua I KONI Loteng periode 2021-2025 Lalu Karyadi angkat bicara terkait banyaknya isu provokatif di kalangan cabang olah raga di Lombok Tengah dimana kegiatan Musorkab KONI Loteng sudah dinilai usai dan diharapkan semua pihak bisa kondusifkan situasi.
Lalu Karyadi mengatakan narasi-narasi yang dibentuk dan dikeluarkan bahwa adanya mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan M. Samsul Qomar pada periode 2021-2025 adalah sepihak dan tidak mendasar hanya dilontarkan oleh oknum yang melihat dari kepentingan.
“Kepengurusan KONI 2021-2025 sangat solid dan sudah banyak membawa atlet prestasi dari Kabupaten Lombok Tengah namun dikarenakan ada faktor beberapa oknum pengurus yang memiliki kepentingan dan ambisi pribadi sehingga situasi KONI Loteng saat ini terlihat ricuh,” ucapnya, Jumat, 28/03/2025.
Lanjutnya, jika melihat dari agenda program dari kepengurusan KONI periode 2021-2025, sangat tertib dan semua dijalankan dengan baik.
Ini dapat dilihat dari program setiap tahunnya yakni dari tahun 2021 M. Samsul Qomar diangkat sebagai Plt. Ketua KONI Loteng dan langsung kegiatan Rakerkab untuk persiapan Musorkab pertamanya dan terpilih, tahun 2022 terjadi covid 19 sehingga semua kegiatan fokus penanganan wabah penyakit, tahun 2023 pelaksanaan rakerkab di Hotel Queen Praya membahas kesiapan Porprov dan PON di Aceh, tahun 2024 pelaksanaan Porprov dan dilanjutkan Pekan Olah Raga Nasional selanjutnya tahun 2025 merupakan tahun terakhir masa jabatan kepengurusan KONI Loteng dan rakerkab di Lesehan Telu-telu.
“Jadi yang bilang kepengurusan KONI Loteng periode 2021-2025 dibawah kepemimpinan M. Samsul Qomar tidak pernah melakukan kegiatan rapat tahunan bersama Cabor adalah keliru. Mungkin yang bersangkutan lupa atau memang sedang tidur di rumahnya,” sindirnya.
Jadi menurut Lalu Karyadi oknum pengurus cabor tersebut dinilai tidak etis karena melihat sisi kepentingan pribadi.
“Ya sudahilah semua kegiatan-kegiatan provokatif yang membuat gaduh situasi di wilayah, dan mari kita bersama-sama meningkatkan prestasi olah raga kita ini,” ajaknya.
Ia menambahkan, jika situasi ini berlangsung lama akan mempengaruhi psikologis atlet.
“Yang jadi korban atlet nantinya, bukannya memikirkan keberlangsungan prestasi para atlet malah disibukkan dengan kepentingan para oknum yang mengatasnamakan kepentingan atlet,” imbuhnya.
Untuk itu Miq Ari mengajak semua Cabor yang ada di Kabupaten Lombok Tengah untuk bersatu padu menyongsong event kedepan.
“Tahun 2026 ada kegiatan Porprov dan selanjutnya kegiatan PON, mari kita fokus membina para atlet kita untuk prestasi yang lebih baik lagi,” pungkasnya.(Lu07)