Sejumlah Pedagang Lapak RSUD Praya Tak Terima Akan Di Tertibkan, Dir Mamang Ngaku Kaget

Lombok Tengah, (lombokUP) – Sejumlah pedagang lapak yang mangkal di depan Rumah Sakit Umum Daerah Praya (RSUD) Lombok Tengah terlibat perdebatan dengan satuan Pol PP Loteng. Usut punya usut ternyata para pedagang lapak ini tidak menerima bila akan dilakukan penggusuran lapak mereka, yang dimana mereka telah 3 tahun menempati lokasi berjualan di tempat tersebut.

 

Menurut salah seorang pedagang lapak, Baiq Sahmen mengaku cukup gusar terkait informasi penggusuran lapak mereka, yang oleh Pol PP dianggap telah melanggar Perda dan aturan mendirikan lapak dagangan dengan menggunakan bahu jalan.

 

” Kami meminta bila akan ada penggusuran lapak dagangan kami , maka kami menuntut diberikan lokasi pengganti jangan main gusur aja.”ketusnya.

Lebih jauh menurut Baiq Sahmen bahwa ada sekitar 30 pedagang yang sudah lama berjualan di lokasi  tempatnya berjualan saat ini, sehingga pemerintah melalui Dir RSUD Praya perlu memikirkan nasib mereka sebelum melakukan pemindahan maupun penggusuran lapak.

 

“ya berikan kami solusi sudah lama lapak ini menjadi mata pencarian hidup kami hingga untuk biaya makan bahkan untuk  membayar sekolah anak  anak kami, kami juga minta pemerintah daerah lebih bijak memberikan solusi dan jalan keluar bagi kami para pedagang ini.”mintanya.

 

Sementara Dir RSUD Praya , Dr Mamang Bagiansyah saat di konfirmasi mengatakan cukup kaget mendengar informasi  adanya sosialisasi terhadap sejumlah pedagang lapak di depan RSUD yang ia pimpin ini.

 

Meskipun begitu  menurut Dr Bagiansyah bahwa prinsip RSUD Praya sama dengan Pemerintah Daerah yaitu pihaknya juga menginginkan lokasi Rumah Sakit lebih tertib,aman sentosa , termasuk bagi para pedagang lapak yang menurutnya memang belum tertata dengan rapi.

READ  Qomar: Tidak Ada Dualisme Kepengurusan KONI Loteng

 

“Kami sih prinsip nya ingin area rs menjadi tertib aman damai sentosa, termasuk dari pelapak yang belum diatur rapi.”jelasnya.

Ditambahkan Dr Mamang bahwa terkait kondisi tersebut pihaknya telah lama dan berulang ulang melakukan koordinasi guna mencari solusi terbaik bagi penempatan para pedagang lapak tersebut, baik itu koordinasi  dengan  Pol PP,LH, Disperindag dan Camat setempat namun hingga hari ini belum dapat direalisasikan dengan baik.

 

“Sudah beberapa kali kami rakor mengundang polpp disperindag camat lurah dinas LH dishub dll terkait area lingkungan RS termasuk membicarakan soal pelapak ini”Tambahnya.

 

Sehingga tentu  harapan nya para pedagang lapak ini nantinya bisa diberiakan solusi terbaik dan juga dapat berjualan dengan nyaman dan aman.

 

“Tentunya supaya masyarakat pelapak juga dapat tempat yang layak (relokasi).”tutupnya.(Lu07).

Related posts

Leave a Comment