Bongkar Sejumlah Oknum Bandar Narkoba, AMARAH Menolak Di panggil Propam

 

Lombok Tengah, (lombokUp) – Penyidik Propam Polres Loteng memanggil 3 orang dari Aliansi Masyarakat Anti Rasuah ( AMARAH ) NTB terkait informasi tebus bandar 2 miliar Kamis kemarin.(19/02/26)

Rindawan Efendi yang biasa di panggil Rindhot ,mendatangi Propam sekitar pukul 10.00 Wita dan keluar dua jam setelahnya.

Permintaan klarifikasi kepada AMARAH NTB ini  terkait dengan hearing yang di lakukan senin minggu sebelumnya , yang kemudian di publish di beberapa  media online.

kepada Media Rindawan alias Rindhot mengaku sudah menyampaikan semua informasi ke penyidik Propam.

“ Semua kita sudah sampaikan bukan hanya isu dua Miliar tapi ada juga yang rausaj juta dan puluhan juta ,” paparnya.

Pihaknya juga sudah menyebutkan nama nama yang di duga bandar serta beberapa orang yang saat ini sudah berada di luar tahanan setelah di tangkap beberapa waktu lalu.

“ Tinggal sekarang bagaimana tindak lanjutnya apakah akan ada pemanggilan pihak anggota polisi ( satnarkoba,red) atau hanya gimik saja,” sindirnya.

Sementara itu, Adipati dan Samsul Qomar yang juga mendapat panggilan klarifikasi menolak untuk hadir , menurut mereka berdua AMARAH NTB adalah satu,.sehingga apa yang sudah di sampaikan Rindhot sama dengan apa yang mereka ketahui.

“Kami tidak akan menghadiri klarifikasi karena sudah ada perwakilan dan sudah cukup dengan informasi itu,” kata Pria Gondrong tersebut.

Di tempat terpisah Samsul Qomar justru menyampaikan bahwa pihaknya sedang menyusn surat laporan pengaduan ke Yanmin Propam Polda NTB terkait informasi tebus bandar dan pelaku Narkoba .

“Kita memilih melaporkan ke Propam Polda karena ada indikasi oknum di polres juga terlibat tebus menebus tersebut.” Jelasnya.

Sementara Agus sukandi menyebutkan bahwa percayaan masyarakat terhadap anggota Polres khusunya oknum di Satnarkoba dan Propam saat ini sudah luntur .

READ  Bergulirnya Kasus Bagi Bagi Uang Hasil " Jual " Pokir di DPRD Mematik Perhatian Publik dan Lembaga Masyarakat Anti Korupsi

” Kita kurang percaya dengan Polres Loteng jadi pilihannya adalah Polda dan minggu depan kami sampaikan pegaduannya,” pungkas Ketua Deklarasi NTB itu.

Informasi saat ini beberapa nama yang muncul sebagai bandar dan pelaku Narkoba antara lain AR, R , K, TE, LG dan E sementara sisanya masih di lakukan investigasi.(Lu01)

Related posts

Leave a Comment