Mataram, (lombokUp) – Perintah Kapolri Jenderal Listiyo Sigit Prabowo kepada Propam untuk tes Urine seluruh polisi se indonesia di sambut baik Aliansi Masyarakat Anti Rasuah ( AMARAH ) NTB .
Namun kebijakan dan perintah ini tidak berhenti sampai disana,namun berlanjut ke tes darah dan rambut juga.
“Kalau hanya tes urine bisa saja tidak terbaca namun kalau darah dan rambut hasilnya lebih akurat,” Ujar salah seorang Anggota Aliansi Nasrullah alias Cuk Loh .
Akurasi hasil tes ini penting sambung dia karena bertujuan untuk mebersihkan institusi Polri dari oknum polisi yang bersentuhan dengan Narkoba .
Sementara Abdul Hakim yang bergabung dengan AMARAH NTB juga meminta Kapolda lebih tegas untuk oknum polisi yang nantinya dinyatakan positif Narkoba .
“kalau nanti hasil tes ada anggota Polri yang positif baiknya langsung di berikan hukuman berat bahkan di pecat kalau ada jabatan di copot karena ini ibarat duri dalam daging,” ujarnya.
AMARAH NTB menunggu jadwal pengecekan dan pengetesan anggota Polri serentak, khususnya di NTB, hal ini mengetahui kapan waktunya agar bisa di awasi dan dikawal oleh masyarakat luas.
“Kami akan awasi dan kawal semua prosesnya karena data yang sudah kami dapatkan dari informasi di lapangan banyak oknum polisi yang bersentuhan dengan para pengedar bahkan pelaku narkoba.”.ujar Sapari.
malah lanjut Sapari tidak sedikit oknum polisi yang di duga terlibat dalam peredaran narkoba serta tebus kasus sehingga praktek ini menyebabkan peredaran barkoba tidak kunjung berkurang.
Jika polisi ini bersih yang menangani Narkoba ini betul betul sesuai hukum maka pihaknya yakin Narkoba tidak akan separah ini di NTB .
“mestinya kalau sudah nangkap pelaku ya sudah kasi efek jera penjarakan dan hukum seberat beratnya jangan ada proses tebus segala ,” pungkasnya.(Lu01)

