Dir NCW : Hiruk Pikuk Penghargaan Untuk Kejari Praya Diantara Kondisi Loteng Yang Tidak Baik Baik Saja

 

 

Lombok Tengah, (lombokUp) – Drama Pemberian penghargaan terhadap Kejaksaan Negeri Praya khususnya Ibu Kejari Ayu dinilai sikap lebay Bupati Pathul Bahri.

Piagam penghargaan yang di berikan sehari setelah Kejari menyebutkan ada aliran dana korupsi PPJ Ke Pihak Bupati , Wakil Bupati dan Pejabat lainnya juga sangat mencederai kepercayaan publik terhadap instasi adhiyaksa tersebut.
Direktur NTB Coruption Wacth Faturahman menyampaikan kekecewaan tersebut.

“Kenapa bisa mereka berbalas pantun dengan mempermainkan isntrumen hukum jaksa meyebut Bupati wakil bupati menerima aliran PPJ besoknya Ibu Kejari langsung dapat penghargaan dari Bupati kan ini drama yang menyakiti hati rakyat ,” Ujarnya.

Semestinya, Kejari Praya menolak piagam penghargaan tersebut karena ada beberapa kasus yang sudah di laporkan bahkan sudah mulai di sidangkan berkaitan dengan pemimpin daerah di Lombok Tengah saat ini.
marwah Kejari Praya mestinya di jaga dengan tidak melakukan kegiatan kegiatan yang mengundang kecurigaan publik terkait proses penanganan hukum di daerah ini.

Tidak hanya itu, Lord panggilan akrabnya mengatakan bahwa penugasan Ibu Kajari di Loteng belumlah lama sehingga piagam yang di berikan bupati patut di duga bermuatan lain .

“ semoga yang di terima hanya lebaran piagam saja bukan yah lain,” Ucapnya.

Masih kata Lord, Pemberian piagam atau sejenisnya kepada lembaga penegak hukum mestinya bukan oleh Bupati atau pemerintah daerah akan tetapi dari Kejaksaan Agung atau pihak yang melakukan penilaian terkait kinerja aparat penegak hukum itu sendiri paling tidak dari koalisi masyarakat anti korupsi misalnya jika datangnya dari daerah.

Untuk itu NCW meminta Kejari Praya fokus melanjutkan laporan laporan yang sudah masuk yang dugaan kerugian negara sangat besar lebih dari 500 juta bahkan jika meihat beberapa kasus ada desa desa yang sudah di laporkan dan kerugian negara sampai 700 juta namun belum di tindak lanjuti, disisi lain Pemda Loteng juga terlihat dalam keadaan tidak baik baik saja.

READ  Kasus Laporan KONI Loteng, MSQ Terima Panggilan Penyidik

“ Kebijakan dan Program di Loteng tidak ada yang terlihat untuk kepentingan publik, adapun infrastruktur sudah banyak yang rusak jalan dan jembatan bukan prioritas malah dana di gunakan untuk hal hal yang kurang bermanfaat ,”tutup pria berbadan tegap ini.(Lu01)

Related posts

Leave a Comment