Nilai Fantastis Uang Sogokan Terungkap Kapolres : Saya Tidak Pernah Perintahkan Setor Hasil Narkoba

Lombok Tengah , (lombokUp) – Kapolres Loteng AKBP Eko berjanji akan mengungkap berbagai isu di Satnarkoba di bawah kepemimpinannya.

Hal ini disampaikan Kapolres AKBP Eko saat menerima hearing sejumlah LSM yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Anti Rasuah(AMARAH) Senin pagi (16/02/26)

“ Saya minta waktu dua minggu saya akan sampaikan hasil auidt untuk Sat Narkoba ,” Ujarnya di hadapat Peserta Hearing dari Aliansi AMARAH.

Dalam dialog tersebut beberapa Perwakilan menyampaikan beberapa hal terkait adanya informasi tebus kasus untuk pelaku Narkoba yang di tahan polisi.

Rindawan dari GMPRI menyapaikan bahwa para bandar yang pernah di tangkap polisi bercerita bahwa mereka di lepas setelah memberikan sejumlah uang bahkan tidak tanggung tanggung angka 2 miliar rupiah untuk bandar besar , untuk bandar Kelas Kabupaten 70 juta dan pengedar dengan nilai bevariasi dari 30 juta sampai 50 juta rupiah.

“ Mereka ini kebanyakan berpendidikan rendah, sehingga dari segi pergaulan juga “ jamak jamak” bercerita ke banyak pihak termasuk saya,” Ungkapnya.

Ketua Gapura Adipati menimpali soal bayaknya pelaku Narkoba yang di tangkap bersamaan akan te tapi yang bebas kadang tidak semua setelah di telusuri ada permintaan uang oleh oknum polisi dengan jumlah besar .” Ada kejadian kemarin 4 orang di tangkap dengan barang bukti sama tapi hanya dua yang bebas sisanya masih karena tidak punya uang,” Jelasnya.

Kusuma Wardana yang juga lawyer juga menyampaikan hal serupa , “ Yudi ini dari desa saya sudah sebulan lebih di tahan padahal barang bukti tidak ada konon katanya belum ada uang untuk nebus barubisa keluar,” bebernya.

Sementara Direktur Kawal NTB M Samsul Qomar menyampaikan ironisnya penegakan hukum soal Narkoba khusunya di Loteng dimana hampir 80 persen isi penjara pelaku Narkoba tapi Bandar besarnya tidak ada yang di tagkap.

READ  Bergulirnya Kasus Bagi Bagi Uang Hasil " Jual " Pokir di DPRD Mematik Perhatian Publik dan Lembaga Masyarakat Anti Korupsi

Sudah 10 tahun terakhir Bandar Narkoba tidak ada yang di tangkap tapi yang kelas teri yang korban badar buat penuh bui,” tegasnya.

Kapolres juga di sorot masyarakat karena banyak sekali kegiatan sementara uangnya tidak jelas sumbernya dari mana sehingga ada yang mengaitkan rengan setoran para kasat termasuk kasat Narkoba.

MSQ juga meminta Kapolres berkoordinasi dengan Pemda soal di bagunnya BNNK Loteng untuk membantu pemberantasan Narkoba ke depan.

Terkait beberapa temuan dan informasi tersebut Kapolres menyambut baik dan akan memberikan atensi khusus.

“ Saya kaget saya tidak pernah memerintahkan anak buah saya baik kasat untuk setor hasil apapun,” kata Eko.

Dia sangat terpukul dengan informasi uang tebusan dan lainnya yang di sampaikan AMARAH NTB .

Eko mengaku tak mau rusak gara gara kasus ini karena dia menyatakan kecintaannya kepada Lombok Tengah .

“ Kalau soal sumber dana acara acara itu sumbangan dari bos bos tidak ada dari Kasat ,” Ujarnya mengulang .

Kapolres menutup acara Hearing seraya berjanji akan mengvaluasi seluruh kasatnya bukan saja Narkoba tapi Reskrim dan intel juga akan di monitor dengan khusus.(Lu07)

Related posts

Leave a Comment