Beredar Isu Jual Beli Barcode Disejumlah Pom Bensin, I Nengah : Itu Tidak Benar

Lombok Tengah, (lombokUP) – Banyak nya keluhan dari para pedagang bensin jenis pertalite kecil alias pengecer terhadap dibatasinya kuota pembelian bensin pertalite di Pom Bensin yang mengakibatkan naiknya harga bensin jenis pertalite di para pedagang pengecer cukup membuat masyarakat geleng geleng kepala.

 

Kenaikan harga bensin eceran di masyarakat menurut salah satu pedagang pengecer sebenarnya ditentukan oleh masing masing pedagang pengecer, yang sebelumnya harga normal berkisar di harga Rp 12.000 namun naik hingga 15.000/botol.

 

Hal ini disebabkan oleh pembatasan dan kuota yang diberikan oleh pihak Pom Bensin tempat mereka membeli bensin jenis pertalite untuk di jual eceran.

 

“Bahkan kami sekarang sudah di stop dan dibatasi serta  tidak diberikan akses lagi untuk membeli bensin dengan jerigen” ungkapnya.

 

Ditambahkannya bahwa saat ini bila mereka membeli pertalite, maka harus membeli kuota tambahan di Pom bensin tempat mereka membeli dengan membayar barcode seharga Rp 10.000/ jerigen diluar kuota barcode yang mereka diberikan atau di buat sebelumnya.

 

Menanggapi hal tersebut kepala atau Penanggung Jawab SPBU 5483511 Praya , Nengah Karya Arsana kepada media Lombokupdatenews.com membantah hal tersebut.

Menurutnya bahwa untuk pemberian kuota Barcode tersebut bukan merupakan kewenangan dari Pertamina atau Pom Bensin dan merupakan kewenangan Dinas terkait.

 

“Nah kalau isu itu tidak benar pak, kami tugasnya hanya melayani pembelian saja, kalau di SPBU disini tidak ada namun kami sepakati dan disaksikan oleh aparat kepolisian di sepakati hanya diperbolehkan membeli satu jerigen saja setiap harinya dan tidak ada jual beli barcode” terangnya.

 

Namun diakunya memang untuk pembelian jerigen diberikan akan tetapi harus membawa barcode yang sudah mereka buat melalui dinas terkait.

READ  Menkeu Purbaya Dukung Good Journalism dan Minta Media Terus Kritis

 

“Sebenarnya subsidi tidak boleh diperjual belikan, kita hanya melayani saja bila ada barcode kami layani, entah itu untuk ngecer atau untuk kebutuhan  alat pertaniannya  namun bila tidak ada , tidak akan kami layani”tutupnya.

Related posts

Leave a Comment