Festival Bau Nyale 2026, Hidupkan Kembali Legenda Putri Mandalika

 

 

Lombok Tengah, (lombokUp) — Festival Bau Nyale 2026 kembali digelar di Pantai Seger, Kuta Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, sebagai agenda tahunan pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mengangkat nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat Sasak.

 

Festival yang berakar pada legenda pengorbanan Putri Mandalika ini menjadi daya tarik utama wisatawan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Ribuan masyarakat dari berbagai daerah di NTB berbaur bersama wisatawan mancanegara memadati kawasan Pantai Seger sejak siang hari.

 

Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal dalam sambutannya menyampaikan bahwa nilai pengorbanan Putri Mandalika merupakan kearifan lokal yang relevan dalam mendukung pembangunan daerah.

 

“Pengorbanan seperti yang dilakukan Putri Mandalika dalam legenda adalah kearifan lokal yang mengiringi doa kita dalam membangun NTB yang makmur dan mendunia,” ujar Gubernur.

Meski sejumlah rangkaian acara tidak dapat ditampilkan akibat kondisi cuaca, Festival Bau Nyale 2026 tetap berlangsung meriah. Pembukaan dengan kesenian tradisi Betandak menghadirkan suasana khas budaya Sasak dan menghidupkan kembali makna tradisi Bau Nyale sebagai ritual masyarakat pesisir.

 

Antusiasme pengunjung juga tercermin dari berbagai testimoni. Mak Ace (65), warga Kabupaten Lombok Utara, mengaku sengaja datang bersama keluarga untuk menikmati suasana festival sekaligus menyaksikan tradisi Bau Nyale.

 

“Sambil liburan bersama keluarga, kami juga ingin melihat langsung tradisi menangkap nyale,” ujarnya.

Sementara itu, Christina (30), wisatawan asal Perancis, mengaku tertarik menghadiri Festival Bau Nyale setelah mendengar kisah Putri Mandalika saat berlibur di kawasan Kuta Mandalika.

 

“Saya belum pernah mendengar Festival Bau Nyale sebelumnya. Setelah mengetahui ceritanya dan berada di Kuta, saya tertarik datang untuk melihat langsung tradisinya,” katanya.

READ  Pengobatan Gratis, Bhakti Prima Kodim 1620/Loteng Untuk Kesehatan Masyarakat 

 

Festival Bau Nyale 2026 diharapkan terus menjadi sarana pelestarian budaya, penguatan sektor pariwisata, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Lombok Tengah dan Nusa Tenggara Barat.(Lu01)

Related posts

Leave a Comment