PRAYA BARAT DAYA(lombokUP) — Suasana tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Kabul, Kecamatan Praya Barat Daya, mendadak memanas. Yang mengatasnamakan diri sebagai Aliansi Masyarakat Demokrasi melakukan aksi penyegelan terhadap Kantor Sekretariat Panitia Pilkades Desa Kabul.(Kamis pagi ini , 1oktober 2026.
Aksi nekat ini dipicu oleh kekecewaan massa yang mendesak transparansi penuh serta netralitas panitia dalam memverifikasi berkas-berkas persyaratan administrasi bakal calon kepala desa (bacakades) yang dinilai sarat akan polemik.
Koordinator aksi, dalam orasinya di depan sekretariat, Ahmad Halim menyatakan bahwa penyegelan ini merupakan bentuk protes keras terhadap kinerja panitia yang dinilai lamban dan kurang transparan dalam menangani sengketa keabsahan dokumen persyaratan calon.
”Kami mendesak agar proses penjaringan bacakades dilakukan secara jujur dan adil tanpa ada intervensi dari pihak manapun demi menjaga marwah demokrasi di desa kami,” ujar Ahmad Halim.
Di sisi lain, menurut Ahmad Halim bahwa polemik verifikasi berkas termasuk keabsahan dokumen kesehatan salah satu bakal calon, yakni M U G—sebelumnya telah diklarifikasi oleh pihak RS tempat oknum tersebut mengikuti tes kesehatan yang menegaskan bahwa surat keterangan sehat jasmani yang dikeluarkan adalah benar. Kendati demikian, ketidakpercayaan sebagian warga terhadap alur birokrasi dan tahapan panitia tetap memicu ketegangan di tingkat akar rumput.
Akibat aksi penyegelan tersebut, aktivitas pelayanan dan tahapan administrasi di Sekretariat Pilkades Desa Kabul untuk sementara lumpuh. Sejumlah aparat kepolisian tampak siaga di sekitar lokasi untuk mengamankan jalannya aksi agar tetap kondusif dan tidak berujung anarkis.(lu01)

