Lombok Tengah,(lombokupdatenews) – Desa Adat Sade, Rembitan resmi meluncurkan Bank Sampah Eco Village Sade, sebuah inisiatif pengelolaan sampah berbasis komunitas yang didukung oleh Otsuka Group dan Pemerintah Daerah (12/12/25).
Peresmian ini menjadi langkah penting transformasi desa wisata adat menuju pengelolaan lingkungan yang modern, mandiri, dan berkelanjutan.
Acara pembukaan berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh berbagai pihak, di antaranya Kepala Dusun Sade, Kepala Desa Rembitan, Camat Pujut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Tengah, Kadis Pariwisata Lombok Tengah, serta Presiden Komisaris Otsuka Group.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan sambutan para Kepala Dusun Sade yang diwakili oleh Bapak Talib, menegaskan bahwa Bank Sampah ini merupakan harapan besar masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan desa adat Sade yang merupkan destinasi wisata.
“Kami di Sade selama ini menjaga adat dan budaya, dan kini kami ingin menjaga lingkungan dengan lebih teratur. Bank sampah ini menjadi langkah nyata untuk memastikan desa tetap bersih dan lestari,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada PT Amerta Indah Otsuka atau Otsuka Group atas dukungan sehingga bank sampah di desa adat sade dapat terbangun.
” Kami sangat mengapresiasi langkah Otsuka dalam ikut serta membangun destinasi wisata desa adat Sade,” pungkasnya
Selanjutnya, Camat Pujut, Jumahir S.Sos, menilai kehadiran Bank Sampah di desa adat adalah contoh ideal harmonisasi budaya dan modernisasi.
“Sade adalah ikon Lombok. Dengan adanya bank sampah, kita tidak hanya merawat budaya, tapi juga menghadirkan tata kelola lingkungan yang lebih maju. Ini bentuk komitmen bersama untuk pariwisata yang bersih dan nyaman,” tegasnya.
Pemerintah daerah juga memberikan dukungan penuh. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lombok Tengah, Ahmadi menyampaikan bahwa program ini akan menjadi model pengelolaan sampah terpadu di kawasan wisata.
“DLH menyambut baik kolaborasi ini. Kami berharap Sade menjadi rujukan desa wisata lain dalam hal pengolahan sampah, edukasi masyarakat, dan penerapan ekonomi sirkular,” jelasnya.
Dukungan terbesar datang dari sektor swasta melalui Otsuka Group, yang sejak awal memberikan pendampingan, fasilitas, hingga edukasi. Presiden Komisaris Otsuka Group, Roy Sparringa, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
“Kami percaya bahwa keberlanjutan tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi bersama komunitas, pemerintah, dan dunia usaha adalah kunci. Kami bangga menjadi bagian dari perjalanan Desa Sade menuju eco village yang sesungguhnya,” ungkap Roy Sparringa.
Roy menjelaskan Bank Sampah Eco Village Sade adalah yang pertama dibangun Otsuka di daerah wisata, sebelumnya Otsuka membangun bank sampah di titik titik produksi.
” Ini yang pertama di destinasi wisata dan pertama di Lombok. Harapannya bisa kita sukseskan pilot projeck ini, baru kemudian di tempat lain di Lombok ini” pungkasnya.
Acara dilanjutkan dengan proses potong pita oleh Kadispar, DLHK, Camat Pujut, dan perwakilan Otsuka, dilanjutkan penyerahan kunci simbolis fasilitas bank sampah dari Roy Sparringa kepada Junaedi selaku Ketua Komunitas Pengelola.
Setelah itu, para tamu undangan, termasuk Dr. Ahmad Munjizun (Pemuda Inspiratif Lombok Tengah) dan Dr. Ali Muhtasom, A.Md., MM., CHCM., CHE (Direktur Poltekpar Lombok) memberikan apresiasi terhadap inisiatif kolaboratif ini. Rangkaian acara ditutup dengan sesi tur desa yang dipandu oleh Talib, Tour Guide Leader Sade, untuk menunjukkan bagaimana sistem bank sampah akan dioperasikan di tengah aktivitas masyarakat adat.(***)

