Kisruh Ratusan Tenaga Honorer Lombok Tengah, Komisi 1 DPRD Akan Panggil Inspektorat dan Dinas Pendidikan

Lombok Tengah, (lombokupdatenews) – Teriakan 715 eks guru honorer di  Lombok Tengah saat menggelar aksi  di kantor Bupati Lombok Tengah Rabu kemarin (07/0126) menuntut kebijakan Pemkab Lombok Tengah yang memberhentikan dan memutuskan kontrak kerja mereka.

Dalam aksinya tersebut para guru honorer ini mendesak pemerintah memberikan kejelasan status mereka dan juga tetap  mempertahankan mereka  untuk tetap mengajar di sekolah sebelumnya.

Aksi demo sejumlah guru honorer ini juga tidak luput dari perhatian ketua komisi 1   DPRD Lombok Tengah,  Ahmad Samsul Hadi. Menurut Ahmad  sapaan akrabnya mengatakan pihaknya dalam waktu dekat ini akan segera memanggil  BKPSDM, BKAD dan pihak Inspektorat Lombok Tengah yang nanti badan badan dan OPD tersebut akan berkordinasi dengan dinas pendidikan , dinas kesehatan dan sejumlah dinas lainnya yang membawahi tenaga honorer yang ada di Lombok Tengah ini.

“Kami dari komisi 1 DPRD Lombok Tengah nanti akan memanggil BKPSDM ,pihak BKD dan sejumlah dinas dinas dan badan yang membawahi seluruh tenaga honorer ini, guna di periksa dan di cek sebaik baiknya untuk mencari jalan terbaik penyelesaian semua tenaga honorer ini.”terangnya.

 

Ditambahkan bang Med panggilan akrab Ketua komisi 1 DPRD loteng ini bahwa  solusi bagaimana jalan  keluar terbaik  serta bagaimana pemerintah daerah ini  bisa  mengakomodir semua yang menjadi permintaan  para tenaga honorer ini, melalui pemanggilan yang akan dilakukannya.

Namun  ditegaskannya serta perlu  diingat bahwa  ada integritas yang harus dibela disitu terutama tenaga pendidikan di Lombok Tengah.

Selanjutnya badan kepegawaian, badan keuangan juga nanti berkoordinasi dengan pihak  Inspektorat, dinas kesehatan, dinas pendidikan  dan semua dinas yang ada tenaga  teknis  honorernya yang  menjadi perhatian perlu juga untuk di cek and ricek kembali berasal dari mana data  sejumlah tenaga honorer ini masuk dan lewat mana mereka terdaftar.

READ  Peduli Korban Bencana Sumatra, Kodim 1620 Loteng Open Donasi

“Pertanyaan yang paling besar untuk tenaga pendidik itu adalah kenapa mereka tidak masuk data dan namanya di BKN, itu pertanyaan besarnya sehingga bila nanti ada indikasi maka akan terlihat jelas setelah  dijawab dari pemanggilan sejumlah Badan dan Dinas  dan Inspektorat Lombok Tengah.”tegasnya .(Lu07)

 

 

 

 

Related posts

Leave a Comment