Drama Kolosal Kisah Legenda Putri Nyale Berhasil Memukau Masyarakat Di Pantai Mawun, Syiahirul Alim: Ini Sendratari Lebih Kepada Pewayangan

Lombok Tengah, (lombokUp) – Drama kolosal di Pantai Mawun berhasil memukau masyarakat yang menyaksikan pertunjukan kisah legenda Putri Nyale dari persembahan Sanggar Rimba Ekspresi Seni Nusantara Lombok Tengah

 

Pasalnya para tokoh yang memerankan drama ini begitu menghayati sehingga para penonton ikut terbawa dengan adegan-adegan dari peran yang dimainkan di atas pentas

 

Menurut Ketua Dewan Kebudayaan Daerah Kabupaten Lombok Tengah yang juga sebagai Sutradara Syahirul Alim mengatakan  untuk drama kolosal ini memiliki ide sendiri untuk menciptakan nuansa yg berbeda karena bisa mengkombinasikan seni drama dan tari dalam memainkan kisah legenda putri nyale

 

” Ide saya sendiri, inii kita menyiasati dengan Sendratari ( seni drama dan tari ) lebih kepada bentuk Pewayangan itu, berbeda dengan drama yang ada di Selong Belanak dan Awang mereka drama live langsung memakai dive dialogue tetapi ini kita memakai dubbing narator, ungkap Syahirul Alim kepada media pada Sabtu malam, (7/02/2026).

 

Sebagai sutradara Ia menjelaskan tidak memerlukan waktu yang lama untuk melatih drama kolosal ini

 

” Karena kemarin kita diminta mendadak jadi persiapan kita hanya satu minggu, yaa ini layak tonton dan bisa dinikmati, tetapi kalau proses lebih dalam lagi itu proses pertunjukan itu minimal tiga bulan,” katanya.

 

Syahirul Alim menambakan bahwa drama diberikan sentuhan yang berbeda dalam memainkan drama ini

 

” kita menciptakan sentuhan yang lain dengan menggabungkan seni moderen ke dalam tanpa menghilangkan unsur tradisi, “imbuhnya.

 

Lanjut Syahir menjelaskan hanya membawa mini team hanya belasan orang, pelakon dari drama ini dibawakan oleh siswa-siswi kelas X dan XI dari SMAN 1 Jonggat Kabupaten Lombok Tengah, mereka dipilih oleh sutradara langsung dan sudah dilatih

READ  Bupati Lombok Tengah Berikan Bantuan Pengobatan Warga Pengidap Kanker Kulit, Wujud Kepedulian Pemda Terhadap Masyarakatnya.

 

” Kita ini mini team sekitar 14 orang, standar waktu kita pentas dulu di Kita itu 30an tetapi tetapi semuanya berjumlah 50an orang, ” pungkasnya.(Lu05)

Related posts

Leave a Comment