Mataram,(lombokUp) – Forum Peduli Pembangunan dan Pelayanan Publik (FP4) NTB, tadi pagi (29/01/26) resmi melaporkan Kepala Sekolahsalah satu SMA Negeri di kabupaten Lombok Barat ke pihak Ombudsman Republik Indonesia (RI) Perwakilan NTB serta Aparat Penegak Hukum (APH).
Laporan merupakan tindak lanjut dari adanya dugaan pungutan liar untuk Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) kepada siswa tanpa berpedoman pada dasar hukum yang jelas.
Kepada media Sekertaris Jendral FP4 NTB, Lalu Deny Rusmin J.SH, mengatakan pungutan BPP tersebut melanggar Surat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB Nomor 400.3/9727/UM/DIKBUD/2025 dan Surat Edaran Gubernur NTB Nomor 100.3.4/7795/Dikbud/2025.Sehingga perlu tindakan jelas guna memberikan pembelajaran serta efek jera.
“Kami telah kumpulkan bukti dari para orang tua siswa yang terdampak dan dokumen lainnya. Ini bukan hanya pelanggaran administratif, tapi juga merugikan akses pendidikan”paparnya.
FP4 NTB dalam kesempatan ini tetap mendesak APH untuk segera turun ke lokasi DNA melakukan investigasi guna memastikan tidak ada pungutan serupa di sekolah negeri lainnya di NTB.
Sementara terkait persoalan ini pihak Ombudsman RI Perwakilan NTB belum dapat dihubungi serta memberikan tanggapan resmi.
Bahkan hingga berita ini di turunkan pihak terlapor oknum Kepala Sekolah SMA Kuripan , belum mau memberikan konfirmasi lanjutan.(Lu01)

