LOMBOK Tengah,(lombokUP) — Menteri Pariwisata (Menpar) menyampaikan duka mendalam serta komitmen penuh pemerintah untuk membantu pemulihan pascakebakaran hebat yang melanda Kampung Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Musibah yang terjadi pada Sabtu (22/8/2026) malam tersebut menghanguskan sedikitnya 129 unit rumah adat suku Sasak dan berdampak pada ratusan jiwa warga setempat.
Dalam keterangannya, Menteri Pariwisata menegaskan bahwa Desa Adat Sade memiliki posisi yang sangat krusial bagi peta pariwisata nasional, bukan sekadar objek kunjungan wisata semata
.
“Sade bukan sekadar destinasi wisata. Sade adalah rumah masyarakat, ruang hidup budaya Sasak, sekaligus bagian penting dari kekayaan pariwisata Indonesia. Oleh karena itu, duka masyarakat Sade juga menjadi duka kita bersama,” ujar Menpar.
Langkah Cepat Tanggap Darurat
Sebagai respon cepat atas kejadian ini, Kementerian Pariwisata melalui koordinasi bersama instansi daerah telah poltekpar Lombok turun tangan membangun dapur umum guna memenuhi kebutuhan logistik para pengungsi.
Prioritas utama pemerintah saat ini adalah memastikan keselamatan warga, ketersediaan tempat tinggal sementara, serta menyediakan kebutuhan dasar bagi sekitar 320 jiwa warga yang terdampak.
Rencana Revitalisasi Tan Hilangkan Jati Diri Budaya
Ke depan, Kementerian Pariwisata berkomitmen untuk mengawal proses pemulihan dan pembangunan kembali (recovery) Desa Adat Sade secara komprehensif bekerja sama dengan pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga terkait.
Pemerintah memastikan bahwa proses restorasi nantinya akan dirancang sedemikian rupa agar desa wisata ikonik ini dapat bangkit kembali tanpa kehilangan karakter arsitektur tradisional dan jati diri warisan budaya Sasak.
”Prioritas kita sekarang adalah masyarakat. Setelah kondisi darurat tertangani, kita akan bersama-sama memikirkan pemulihannya. Kita ingin Sade bangkit kembali tanpa kehilangan jati dirinya sebagai ruang hidup dan warisan budaya masyarakat Sasak,” pungkas Menpar.(lu01)

