Lombok Tengah, (LombokUp) – Perumda Air Minum Tirta Ardhia Rinjani resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Angkasa Pura I Cabang Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Bizam) terkait penyediaan layanan air bersih di kawasan bandara. (24/02/2026)
Direktur Perumda Tirta Ardhia Rinjani, Bambang Supratomo, S.IP., M.M., mengatakan kerja sama tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara BUMD dan BUMN di Lombok Tengah.
“Secara teknis dan non teknis, kita harus berani mengambil sikap seperti ini sebagai upaya menjaga sinergisitas antara BUMN dan BUMD agar terus berjalan,” ujar Bambang saat diwawancarai awak media.
Menurutnya, keberadaan Angkasa Pura di Lombok Tengah diharapkan memberi dampak nyata bagi pembangunan daerah. Salah satu bentuk sinergi tersebut diwujudkan melalui dukungan layanan air bersih oleh PDAM, yang juga berpotensi menambah pendapatan perusahaan daerah dan berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Sebagai BUMD, kami ingin menunjukkan bahwa PDAM naik kelas. Tidak hanya melayani masyarakat umum, tetapi juga fasilitas vital seperti bandara. Ini bentuk simbiosis mutualisme yang berjalan,” tegasnya.
Optimalkan SPAM Mandalika
Bambang menjelaskan, sebelumnya layanan air bersih ke Angkasa Pura sudah berjalan, namun belum maksimal karena keterbatasan infrastruktur. Dengan hadirnya SPAM Mandalika, kapasitas pelayanan kini dinilai lebih siap untuk mendukung kebutuhan bandara.
Melalui sistem tersebut, wilayah yang sebelumnya dilayani Instalasi Pengolahan Air (IPA) Batujai kini telah tercover SPAM Mandalika. Dengan demikian, distribusi dari IPA Batujai dapat dialihkan untuk mengoptimalkan suplai ke kawasan bandara.
“Secara sistem jaringan sudah kami evaluasi dan telaah. Secara teknis, pelayanan untuk bandara sangat dimungkinkan berjalan dengan baik,” jelasnya.
Kebutuhan 800 Kubik per Bulan
Dalam ruang lingkup kerja sama, Perumda Tirta Ardhia Rinjani akan menyuplai kebutuhan air bersih di seluruh kawasan bandara. Ke depan, Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid akan sepenuhnya menggunakan air bersih dari PDAM.
Saat ini, kebutuhan air bersih bandara mencapai sekitar 800 meter kubik per bulan. Angka tersebut berpotensi meningkat seiring rencana pengembangan bandara.
Selain suplai air, PDAM juga menyiapkan jaringan distribusi serta tenaga teknis (manpower) untuk memastikan sistem pelayanan di dalam kawasan bandara berjalan optimal.
Apresiasi untuk Pemda dan Manajemen Bandara
Pada kesempatan itu, Bambang menyampaikan apresiasi kepada Bupati Lombok Tengah yang telah memberikan rekomendasi sehingga kerja sama tersebut dapat terwujud. Ia juga mengapresiasi General Manager Angkasa Pura Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid atas komitmen dan komunikasi intensif hingga tercapai kesepakatan.
“MoU ini sudah beberapa kali dibahas dan akhirnya menemukan titik temu. Kami berharap kerja sama ini berjalan lancar dan memberi manfaat bagi kedua belah pihak serta daerah,” pungkasnya.(*/Galih)

