Janji Kasat Pol PP Loteng Tutup Gerai Alfamart, KAWAL NTB ; Hanya Omon Omon

Lombok Tengah, (lombokUP) – Janji Pol PP untuk menyegel permanen warung Waralaba terutama Alfamart menurut KAWAL NTB   ternyata hanya omong kosong belaka alias PHP belaka.

Padahal Kasat Pol PP Zainal Mustakim di beberapa media beberapa waktu lalu dengan gagahnya mengatakan akan memberi tengat waktu sampai tanggal 10 Juni 2026 untuk Alfamart menutup sendiri gerainya jika tidak akan di tutup paksa sekaligus di cabut izinnya permanen.

Tetapi Janji  tinggal janji dan sikap tersebut belekangan berubah dan lembek seperti bubur ayam ,” Ujar Divisi Humas dan Hubungan Antar Lembaga Kawal NTB L Ahadi Wiraguna.

 

Gun melihat Kerja Pol PP selama ini hanya pada penertiban pedagang kecil saja selain itu menjaga pendopo dan sisanya patroli mencari penjual semangka di pinggir jalan.

“ Kami sangat kecewa mereka beraninya sama pedagang kecil rakyat kecil yang modal pas pasan kalau sama pengusaha lembek ndak ada nyali ,” tegasnya.

 

Padahal Lanjut dia, Penegakan perda adalah kewajiban yang mutlak tidak ada pembenaran investasi atas nama apapun dengan melanggar aturan yang ada.

Kawal NTB meminta Bupati Lombok Tengah segera, mencopot Kasat Pol PP dan menggantinya dengan pejabat yang bisa di andalkan yang  punya komitment tinggi menegakkan peda sesuai seragamnya bukan hanya omong doang ( Omdo ).

Bahkan Pihaknya akan melaporkan Kasat Pol PP ke APH karena ada dugaan mereka telah melakukan persengkokolan dengan pihak Alfamart dan beberapa gerai lain yang saat ini masih beroperasi.

Patut di duga mereka ini sudah masuk angin terima setoran kok bisa sekarang menggertak besoknya jadi lembek kalau tidak ada apa apa kan tegak lurus sama aturan .

READ  Permohonan Sertifikat Hak Milik di BPN Loteng KAWAL NTB Nilai Sulit

pelanggaran Perda No 7 tahun 2021 ini tidak hanya menginjak harga diri Pemda termasuk di dalamnya 50 orang anggota DPRD Loteng kehilangan mukanya.

“Sebaiknya Dewan ini mundur saja sebagai wakil rakyat tidak mewakili apa yang semestinya di lakukan mereka hanya sibuk menerima gaji dan tunjangan sisanya kongkow dan jalan jalan.”tutupnya ketus (Lu07)

Related posts

Leave a Comment