SMAN 1 Praya Bantah Tegas dan Tepis Isu Dugaan Pungutan Liar Rp150 Ribu untuk Wali Murid

PRAYA, (lombokUP) — Pihak Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Praya akhirnya angkat bicara dan membantah secara tegas isu yang menyebutkan adanya pungutan pembohong (pungli) sebesar Rp150.000 yang dibebankan kepada para wali murid. Isu tersebut sempat beredar dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Kepala SMAN 1 Praya H. Kadian SPd. MAP kepada media lombokupdatenews.com menjelaskan bahwa informasi yang beredar di luar tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.

Pihak sekolah menegaskan tidak pernah menetapkan kebijakan pungutan pembohong atau iuran wajib bahkan isunya di salah satu media online telah sangat memberatkan bagi orang tua siswa dengan nominal tersebut.

 

 

KLARIFIKASI PIHAK SEKOLAH

Dalam keterangannya, pihak sekolah memberikan beberapa poin penting untuk kebenaran kesalahpahaman:

Pertama : yakni Tidak Ada Kebijakan Pungli, Sekolah memastikan tidak ada penarikan dana di luar ketentuan resmi atau aturan yang berlaku bagi komite sekolah.

Kedua : Mekanisme Musyawarah selalu melalui Komite Jika pun ada sumbangan atau pendanaan pemeliharaan fasilitas siswa,

Hal tersebut selalu dibahas dan diputuskan melalui rapat pleno bersama antara pihak sekolah, komite, dan perwakilan wali murid, sehingga sifatnya sukarela dan tidak mematok nominal yang anggotaatkan.

Ketiga yaitu Komitmen Transparansi pihak sekolah : SMAN 1 Praya selalu mengedepankan prinsip keterbukaan dalam pengelolaan keuangan dan program sekolah demi menjaga kepercayaan masyarakat.

 

Imbauan kepada Orang Tua dan Masyarakat

Pihak sekolah mengimbau kepada para wali murid dan masyarakat luas agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum tentu kebenarannya, terutama yang bersumber dari kabar yang tidak jelas asal-usulnya.

“Kami selalu terbuka bagi orang tua siswa yang ingin berkoordinasi atau meminta klarifikasi secara langsung ke sekolah, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari,” ujar Kadian kepala Sekolah SMAN 1 Praya.

Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan situasi kembali kondusif dan para orang tua siswa tidak resah dengan isu yang beredar.(lu01)

See also  Kementerian Pariwisata Buka Secara Resmi Pendaftaran SBM Poltekpar 2025

Related posts

Leave a Comment