Dugaan Penculikan Anak di Desa Batunyala, Polres Lombok Tengah Pastikan  itu Informasi HOAX.

Dugaan Penculikan Anak di Desa Batunyala, Polres Lombok Tengah pastikan  itu HOAX.

 

Lombok Tengah,(lombokUP) – Kepolisian Resor (Polres) Lombok Tengah, Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan klaim dugaan percobaan penculikan anak yang beredar di media sosial di wilayah Dusun Majan, Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah, merupakan informasi yang tidak terbukti kebenarannya atau hoaks.

 

Kepastian tersebut diperoleh setelah jajaran Polsek Praya Tengah melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dan pengecekan langsung di lapangan pada Rabu (06/05/2026) kemarin.

 

Kasi Humas Polres Lombok Tengah, Iptu Lalu Brata Kusnadi, dalam keterangannya mengatakan bahwa informasi yang beredar bermula dari unggahan salah satu akun Facebook pada Selasa (5/5) terkait dugaan percobaan penculikan anak di Kampung Penyambung, Dusun Majan, Desa Batunyala.

 

Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa sumber informasi berasal dari grup WhatsApp guru dan wali murid Desa Batunyala. Klaim narasi itu kemudian menyebar luas dan memicu keresahan masyarakat.

 

“Setelah dilakukan pulbaket dan pengecekan langsung di lapangan, informasi dugaan penculikan anak tersebut dipastikan tidak terbukti kebenarannya,” ujar Iptu Lalu Brata Kusnadi.

 

Berdasarkan hasil penelusuran petugas kepolisian, peristiwa sebenarnya terjadi pada Senin (04/05/2026) sekitar pukul 12.00 WITA. Saat itu seorang warga Kampung Penyambung bernama Inaq ita keluar rumah untuk membeli pulsa di kios yang berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya.

 

Anak balitanya bernama Rayanza (3) yang semula berada di rumah kemudian keluar menyusul ibunya sambil menangis. Melihat seorang anak kecil berjalan sendiri di jalan sambil menangis, seorang warga sekitar berupaya membantu dengan mengajak anak tersebut menyusul ibunya.

 

Namun karena si anak terus menangis, warga tersebut bersama beberapa masyarakat lainnya kemudian berinisiatif mengamankan balita itu di sebuah warung milik warga bernama inaq Yani untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

READ  Admin Perangkat Daerah Didorong Aktif Kelola SP4N-LAPOR untuk Wujudkan Pelayanan Publik Responsif

 

Tidak lama kemudian, ayah korban bernama Suhaili yang baru pulang bekerja melihat anaknya sedang berada di tengah kerumunan warga. Ia kemudian langsung menggendong dan membawa anak tersebut pulang.

 

Kepala Dusun Majan atas nama Amin saat dimintai keterangan oleh pihak Kepolisian juga turut menegaskan bahwa isu penculikan anak yang beredar di media sosial tersebut tidak benar terjadi.

 

Pihak Kepolisian menyayangkan beredarnya informasi yang belum terverifikasi karena dapat memicu kepanikan di tengah masyarakat dan berpotensi mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

 

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi, khususnya yang berasal dari media sosial dan pesan berantai yang belum jelas sumber dan kebenarannya,” ucap Kasi Humas Iptu Lalu Brata. (LU01)

 

Lebih lanjut, Polres Lombok Tengah berharap masyarakat tetap tenang serta bersama-sama menjaga situasi wilayah tetap aman dan kondusif dengan mengedepankan budaya cek fakta sebelum membagikan informasi di ruang digital.

Related posts

Leave a Comment