Heboh! Ketua Yayasan PonPes Di Loteng Diduga Cabuli Puluhan Santriwati, Ironisnya Pelaku Lakukan Secara Berjama’ah

Lombok Tengah,(lombokUP) – Merebaknya kasus asusila dan pelecehan seksual di lingkungan Pondok pesantren akhir akhir ini menjadi kekhwatiran masyarakat serta  menjadi atensi serius kepolisian.

Bahkan Kapolri Jenderal Sigit Prabowo dalam hal ini secara tegas  mengintruksikan agar kasus kekerasan seksual menjadi atensi di semua Jajaran Polda di daerah di indonesia.

Kabar terbaru soal dugaan pelecehan dan pemerkosaan santriwati juga diduga menyasar salah satu Ponpes ternama di Kabupaten Lombok tengah.

Dimana kejadian ini terungkap dari beberapa saksi serta korban yang tidak mau disebutkan namanya menyatakan bahwa hal ini menjadi perbincangan serius diantara para orang tua wali setelah beberapa anak mereka mengaku telah menjadi  korban serta mengalami pelecehan seksual bahkan  pemerkosaan, dimana hal tersebut di duga di lakukan oleh salah seorang pimpinan yayasan Pondok Pesantren wilayah Kecamatan Jonggat Lombok Tengah, inisial AIS, oknum ini telah  melakukan aksi bejatnya mulai sejak 6 tahun yang lalu , yakni sejak tahun 2023 dengan puluhan orang santriwati.

Dan yang lebih mengejutkan  bahwa Pimpinan Ponpes ini melakukan aksi bejatnya secara berjamaah dengan beberapa pelaku, Salah seorang sumber terpercaya media ini mengungkapkan bahwa ada sekitar empat orang pelaku Utama yakni AIS yang di duga juga dibantu oleh istri  pelaku serta di bantu 2 orang pelaku lainnya.

Modus yang di lakukan pelaku dengan pelecehan biasa baik verbal dan non verbal tersebut dengan puluhan korban santriwati ini dimana juga korban di duga masih di bawah umur 17 tahun .

“Selanjutnya kemudian ada juga dugaan pemerkosaan yang di lakukan pelaku dengan modus  memasukkan para korban ke ruangan tertentu, kemudian seolah olah di bacakan ajian ajian dan membuat korbannya tidak sadarkan diri ,” Papar sumber media ini.

READ  Panitia Musorkab KONI Loteng Buka Penjaringan Calon Ketua Umum

Pada saat itulah Pelaku melakukan aksi bejatnya dengan bebas menyetubuhi para santri tersebut dengan leluasa dimana kondisi korban tidak sadarkan diri.

Kasus ini sudah di laporkan  ke Polda NTB, Namun masih menunggu  respon  serta tindakan selanjutnya dalam mengantensi kasus ini.

Sementara terkait persoalan tersebut, Tokoh Agama juga Ketua PB NWDI TGB M Zainul Majid dalam unggahan media sosial probadinya mengatakan sangat prihatin terhadap oknum oknum pimpinan yayasan Ponpes seperti ini serta  meminta masyarakat terutama para orang tua wali agar jangan menyembunyikan jika ada informasi atau kejadian di ponpes  untuk segera melaporka  ke aparat kepolisian serta pihaknya  mengutuk keras oknum piminan yayasan yang melakukan kejahatan seksual kepada para santri dan santriwatinya.

Untuk Kasus pemerkosaan ini sediri tiga orang yang mengaku korban yakni MY , SA dan ZA sudah mengakui dan menceritakan kepada sumber terkait kejadian yang menimpanya.

Adapun awal mula kasus ini terungkap saat korban ZA tanggal 28 Maret 2023 lalu sekitar pukul 22.00 Malam ,Korban mempertanyakan perihal penanggungjawaban terkait oknum guru yang melakukan hal yang tidak senonoh terhadap dirinya sebelumnya  yang kemudian menceritakan apa yang di alaminya.

Tidak berhenti sampai disini,  pelecehan dan asusila berjamaah ini juga di lakukan oleh oknum guru berinisial IN dan Sopir pribadi pelaku M , hal ini setelah pengakuan yang di kuatkan oleh para korban.

Dalam laporan asusila tersebut  direncanakan para  korban akan mendapatkan pendampingan dari LBH perlindungan anak Mataram, dimana LBH pendamping tersebut saat ini sedang melakukan komunikasi lanjutan  terhadap laporan  yang sudah masuk ke Polda NTB , untuk kemudian untuk di tindaklanjuti selanjutnya. Beserta sejumlah barang bukti yang ada.(Lu07)

READ  Proses Kasus Dugaan Korupsi Rehab SMP 1 Praya Mandek, MSQ Pertanyakan Keseriusan Polisi

Related posts

Leave a Comment