Mataram, (lombokUP) – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Online jalur afirmasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapat sorotan tajam. Menurut informasi bahwa Di Sekolah Menengah Negeri 4 Praya Selama tiga hari terakhir sistem digital pendaftaran mengalami error.
Sistem digital yang diharapkan mempermudah proses pendaftaran justru malah sebaliknya mengalami gangguan teknis (error) berkepanjangan, hal ini lah yang memicu keresahanmqsyarakat baik di kalangan operator sekolah, orang tua, hingga calon peserta didik.
menurut Dir Kawal NTB M Samsul Qomar kepada media ini bahwa gangguan tersebut berdampak langsung pada sekolah asal, yang merasakan langsung dampak kesulitan dalam mengirimkan data calon siswa ke server pusat, meskipun proses jadwal verifikasi di tingkat sekolah telah selesai dilakukan. Namun Kondisi ini dinilai mencederai esensi jalur afirmasi, yang sejatinya diciptakan untuk memberikan keberpihakan dan kemudahan akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.
”Hingga memasuki hari ketiga, belum ada solusi efektif dari pihak penyelenggara untuk mengatasi masalah sinkronisasi data ini. Akibatnya, timbul sejumlah persoalan di lapangan kami minta Pemprov dalam hal ini dinas terkait Provinsi NTB Segera rnindaklanjtu serta memberikan solusi penyelesaian terhadap persoalan ini”ujar MSQ sapaan akrabnya.
Lebih jauh MSQ mengatakan bahwa dalam hal ini Beban Kerja Ekstra Sekolah yakni Operator sekolahberakibat pada pemaksaan verifikasi yang dilakukan secara manual dan berulang ulang padahal pada data yang sebenarnya sudah dinyatakan valid.
”Ketidakpastian Data yang telah diverifikasi tetap gagal tersinkronisasi ke server pusat, menyebabkan status pendaftaran siswa menggantung dan hal ini yang membuatasyarakat orang tua siswa resah” tambahnya.
Harapan MSQ jangan sampai kasus serupa terjadi lagi setiap tahunnya yang dapat menimbulkan permasalahan baru serta memunculkan krisis Kepercayaan Publik terhadap pendidikan di NTB sehingga pemerintah Provinsi NTB dalam hal ini harus menjadikan persoalan tersebut sebagai prioritas untuk segera di selesaikan.
“Kegagalan infrastruktur digital ini menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap kesiapan pemerintah daerah dalam mengelola pelayanan publik berbasis digital”Lanjutnya.
Masyarakat dan orang tua murid meminta panitia SPMB NTB segera menormalisasikan kembali sistem, serta memperpanjang masa pendaftaran sesuai durasi gangguan, serta menyediakan mekanisme alternatif pengiriman data agar sekolah dan calon peserta didik tidak dirugikan.
Selain itu, diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur dan manajemen sistem untuk memastikan pelayanan publik di bidang pendidikan dapat berjalan secara andal, transparan, dan berkeadilan.
”Digitalisasi layanan pendidikan seharusnya menghadirkan kemudahan, efisiensi, dan kepastian. Namun, jika sistem tidak disiapkan dengan matang dan tumbang saat beban layanan memuncak, teknologi justru berbalik menjadi sumber kesulitan bagi sekolah dan masyarakat,” kritik penutup MSQ.(LU07)

